Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bukan Dari Gunung, Bukan Suara Supersonik
Dentuman Dikaitin Dajjal, Aya-aya Wae
Minggu, 12 April 2020 06:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dini hari kemarin, muncul suara misterius selama beberapa kali. Di saat yang sama, Gunung Anak Krakatau meletus. Namun suara itu dipastikan bukan dari gunung. Masyarakat akhirnya berspekulasi soal sumber suara tersebut. Ada yang bilang suara supersonik hingga mengaitkan dentuman dengan kemunculan dajjal. Haduh, aya-aya wae.
Suara dentuman ini jadi topik utama yang dibahas netizen di Twitter. Unggahan video-video berisi suara dentuman itu, menghiasi linimasa. Tak hanya di Jakarta, sejumlah warganet di Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor, juga mengaku mendengarnya. Suara dentuman itu terdengar seperti dari tempat yang jauh. Seperti dari langit.
Baca juga : Pulang Dari Natuna, Isak Tangis dan Senyuman Hiasi Wajah WNI
Banyak warganet yang mengaitkannya dengan Gunung Anak Krakatau yang meletus pada saat yang sama. Namun, BMKG dan PVMBG kompak membantahnya.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebut, memang ada gempa tektonik saat Gunung Anak Krakatau meletus, tepatnya pukul pukul 22.59 WIB dengan magnitudo 2,4.
Baca juga : Menlu Berikan Pendampingan Konsuler Bagi Suporter Yang Ditangkap Di Malaysia
Episenter gempa itu terletak pada koordinat 6,66 LS dan 105,14 BT tepatnya di laut pada jarak 70 km arah Selatan Baratdaya Gunung Anak Krakatau pada kedalaman 13 kilometer. “Tetapi gempa ini kekuatannya tidak signifikan dan tidak dirasakan oleh masyarakat,” tutur Rahmat.
Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, Hendra Gunawan, mengatakan, letupan dari gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda itu hanya terjadi dalam skala kecil. Erupsi Gunung Anak Krakatau katanya, juga bukan merupakan letupan eksplosif. Melainkan hanya semburan yang terjadi hingga berkisar 500 meter. “Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja,” ujarnya.
Baca juga : Bulan Depan Polri Luncurkan Smart SIM e-Money
Hendra menyatakan, mungkin saja dentuman itu terjadi karena hujan petir. “Kalau bicara mungkin, ya bisa saja, walaupun semuanya itu berawal dari kompleksitas permasalahan perambatan gelombang suara,” beber Hendra.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya