Dark/Light Mode

IDAI Anjurkan Sekolah Tak Dibuka Hingga Desember 2020

Sabtu, 30 Mei 2020 19:17 WIB
IDAI Anjurkan Sekolah Tak Dibuka Hingga Desember 2020

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) angkat bicara soal kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19. IDAI menganjurkan pemerintah tidak tergesa-gesa, untuk kembali membuka sekolah.

Terlebih, jumlah kasus positif saat ini masih terus bertambah. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun semakin longgar. Sementara anak-anak, tergolong sulit memahami upaya pencegahan infeksi. Agar tak tertular Covid-19. 

IDAI mengatakan, pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus Covid-19 telah menurun. Ini penting untuk mengantisipasi gelombang dua Covid.

Baca juga : Demokrat Minta Sekolah Tidak Dibuka Dulu Sampai Pandemi Selesai

"Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah jangan dibuka dulu. Setidaknya, sampai Desember 2020," ujar Ketua Umum IDAI Dr. Aman B. Pulungan dalam keterangan yang diterima RMco.id, Sabtu (30/5).

Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, IDAI mengimbau semua pihak agar dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI untuk membuat perencanaan. Sesuai area yang sudah memenuhi syarat pembukaan.

Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan, dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi.

Baca juga : Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pilkada Tak Digelar Desember

Selain itu, untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat, IDAI menyarankan pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif. "Sebanyak 30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi Covid-19. Termasuk, pada kelompok usia anak," tutur Dr Aman.

IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.

"IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ). Baik di dalam jaringan maupun luar jaringan. Menggunakan modul belajar dari rumah, yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," papar Aman. 

Baca juga : Bupati Kulon Progo Pastikan Stok Pangan Aman Sampai Desember

Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala, mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

"IDAI akan terus melakukan pemantauan situasi langsung melalui cabang-cabang, dan akan terus melakukan kajian dan memberikan rekomendasi. Sesuai perkembangan situasi terkini," tutup Aman. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.