Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus 2 Mobil Corona Dialihkan ke Daerah Lain
Risma Marah-marah, Khofifah Anteng Saja
Minggu, 31 Mei 2020 06:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani, kembali marah-marah. Kali ini, soal dua mobil tes corona dari BNPB yang dialihkan oleh Pemprov Jawa Timur ke daerah lain. Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa, anteng-anteng saja.
Video Risma marah-marah tersebar di media sosial dan menjadi viral. Dalam video itu, awalnya Risma mengatakan, telah meminta bantuan ke Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, agar mendatangkan mobil lab Polymerase Chain Reaction (PCR) corona untuk Surabaya. Doni pun menyanggupi dan berjanji akan mempercepat proses pengiriman.
“Teman-teman lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni. Jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” kata Risma sembari menunjukkan chat dengan Doni, di dapur umum halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (29/5).
Baca juga : Imin Ingat Garong BLBI
Tahu mobil tes coronanya dialihkan Pemprov Jatim ke daerah lain, Risma langsung melapor ke Doni. Doni pun berjanji mengecek keberadaan mobil tersebut karena memang dua mobil bantuan itu diprioritaskan untuk Surabaya.
Risma tak dapat menyembunyikan kekesalannya setelah mengetahui mobil tes corona itu dibawa ke daerah lain. Dia langsung menelepon salah seseorang pejabat Pemprov Jatim sembari meluapkan amarahnya. Di ujung telepon, suara Risma nampak meninggi. Ia tidak terima karena bantuan mobil laboratorium dialihkan untuk daerah lain. “Saya dapat WhatsApp Pak Doni Monardo kalau (mobil laboratorium) itu untuk Surabaya. Apa-apaan ini, kalau mau boikot jangan gitu caranya. Saya akan ngomong ini ke semua orang,” jengkel Risma.
Omelan Wali Kota dua periode itu semakin kencang setelah tahu dirinya dipermainkan. Akhirnya Risma melampiaskan kekesalannya ke meja yang tepat berada dihadapannya. “Pak, saya enggak terima loh Pak, betul saya enggak terima,” sebut Risma di ujung telepon.
Baca juga : Pasar Mitra Tani Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat Kalteng dan Riau
Risma menyayangkan, mobil yang seharusnya untuk test warga Surabaya malah dikirim ke Tulungagung dan Lamongan. Padahal, Pemkot Surabaya saat ini tengah berkejaran dengan waktu untuk segera memutus mata rantai pandemi corona.
Lalu, bagaimana tanggapan Gubernur Khofifah? Eks Mensos itu memilih santai menyikapi kegeraman Risma. Bahkan cenderung anteng meski video Risma marah-marah telah tersebar luas ke media sosial. Khofifah mengatakan, dua mobil tes corona bantuan dari BNPB memang sudah harus bergeser dari Surabaya. Menurutnya, mobil Itu dihibahkan untuk Jatim. Sedangkan Surabaya mendapatkan dua unit mobil lab dari BIN.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono menjelaskan, Tim Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim telah bersurat ke Tim Gugas Pusat pada 11 Mei 2020, untuk meminta bantuan mesin PCR sebanyak 15 unit. “Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa telepon juga Pak Doni Monardo selaku Kepala Gugas Pusat dan BNPB, serta Pangdam V Brawijaya juga komunikasi ke kepala BNPB untuk segera ada bantuan mobil unit tes corona,” ujarnya.
Baca juga : Jamin Stok Di Tengah Corona, Maksimalkan Peran Dewan Ketahanan Pangan
Dia menegaskan, dua unit mobil laboratorium bantuan dari BNPB bukan hanya untuk Surabaya. Melainkan, juga untuk membantu sejumlah kabupaten/kota di Jatim. “Mobil ini untuk Provinsi Jatim. Dalam statementnya bukan hanya untuk Surabaya, tapi juga spesifik disebutkan untuk kota lain seperti Sidoarjo dan Lumajang,” kata Suban.
Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin PNF, Prof Chaerul Anwar Nidom meminta, Risma dan Khofifah menyudahi polemik mobil tes corona. Dalam situasi seperti sekarang ini, tak sepatutnya keduanya bersaing. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya