Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kondisi Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang di Kepulauan Riau (Kepri) masih kosong sehingga bisa menampung karantina WNI dari luar negeri.
Muhadjir menjelaskan, RSKI Pulau Galang menjadi salah satu RS rujukan yang dibangun pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya ledakan kasus positif Covid-19.
Namun sampai saat ini, jumlah pasien yang dirawat di RS tersebut hanya sekitar 16 persen, yakni sebanyak 57 pasien dari total 360 kapasitas tempat tidur (bed) yang tersedia alias sebagian besar kosong.
Kondisi RS yang tidak terisi penuh itu merupakan indikasi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia masih dalam status terkendali.
Baca juga : WMIP Siap Sambut Investor Migas Benamkan Modal Di Batam
“Menurut arahan Pak Presiden, beliau meminta supaya RS ini dimanfaatkan lebih optimal tidak hanya oleh WNI yang datang dari luar negeri, tapi juga oleh pemerintah daerah setempat dalam menangani kasus terkait Covid-19,” kata Muhadjir, saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Optimalisasi Penggunaan RSKI Covid-19 Pulau Galang yang digelar melalui telekonferensi, di Jakarta, kemarin.
Menurut Muhadjir, salah satu fasilitas RSKI Pulau Galang yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya ialah keberadaan ruang karantina dan isolasi.
Berdasarkan laporan dari Panglima TNI, para WNI yang datang dari wilayah zona merah khususnya bisa dikarantina atau diobservasi selama 14 hari di RSKI Pulau Galang tersebut. Pasalnya, ruang karantina RSKI Pulau Galang memiliki jarak yang cukup jauh dengan ruang perawatan pasien positif sehingga hampir dipastikan tidak ada kemungkinan tertular.
Sesuai amanat presiden, RSKI Pulau Galang juga agar dapat dimanfaatkan untuk menerima pasien yang berasal dari provinsi lain di luar Kepri termasuk dari negara lain.
Baca juga : Rela Gunakan THR dan Tabungan untuk Bantu Warga, 2 Prajurit TNI Dapat Penghargaan MPR
“Yang harus kita antisipasi berikutnya adalah mengenai kedatangan WNI dari luar negeri, seperti dari Malaysia dan Singapura. Begitupun jemaah tabligh akbar dari India yang jumlahnya sekitar 700 orang ini supaya bisa ditangani di Pulau Galang,” imbuhnya.
Muhadjir meminta hal tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui pembahasan oleh tim dari Kementerian Luar Negeri. Sebagai antisipasi, Pemerintah Provinsi Kepri diharapkan dapat berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menyiapkan RS lain atau dalam hal ini dapat memanfaatkan Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) baik yang berada di Tanjung Pinang, Kepri, maupun di Jakarta.
Ia juga mengingatkan untuk tetap mewaspadai adanya kemungkinan masuknya para pekerja ilegal yang dipulangkan dari luar negeri melalui jalur penyebrangan menggunakan perahu.
“Itu yang harus diwaspadai betul dan jadi target kita untuk memantau jangan sampai terjadi kasus penularan positif Covid-19. Untuk pemanfaatan RSKI Pulau Galang sekali lagi saya minta koordinasi dari Tim Gugus Tugas dan Kementerian Dalam Negeri serta untuk peralatan yang dibutuhkan seperti PCR dan juga insentif para relawan agar Pak Menkes bisa segera tindaklanjuti,” imbuh Muhadjir.
Baca juga : Kawasan Industri Brebes Siap Tampung Perusahaan AS Yang Keluar Dari China
Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Kepala BNPB Doni Monardo, pejabat Kementerian Sosial, pejabat TNI dan pejabat Pemprov Riau. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya