Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gara-gara Persoalan Geografis dan Transportasi
Dua Kabupaten Di Papua Belum Terima Dana BLT
Senin, 27 Juli 2020 14:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengungkap alasan, kenapa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa hingga kini belum 100 persen tersalurkan.
Hal ini diungkapkan Anwar Sanusi saat memberikan pengarahan secara virtual peserta pelatihan kepemimpinan nasional yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Senin (27/7).
Anwar mengatakan, per 26 Juli, desa yang sudah menerima BLT sebanyak 74.877 Desa atau 99 persen dari 74.953 Desa.
Baca juga : Para Ahli Sarankan Tetap Konsumsi Suplemen Di Masa The New Normal
“Desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musyawarah desa khusus sebanyak 74.816 desa atau 99 persen dari 74.877 desa,” paparnya
Untuk BLT Dana Desa yang sudah tersalur, lanjut Anwar, sampai saat ini sudah 73.535 desa atau 98 persen dari 74.877 desa yang sudah menerima Dana Desa.
Anwar mengungkapkan kendala kenapa penyaluran BLT Dana Desa belum tersalurkan 100 persen.
Baca juga : Semua Menteri Belum Aman
Menurutnya, terdapat dua kabupaten di provinsi Papua yang sampai saat ini terkendala penyaluran BLT Dana Desa.
“Karena persoalan geografis dan transportasi maka mereka tidak bisa membawa yang namanya dana yang sudah disediakan,” ungkapnya
“Ini menjadi salah satu penyebab kenapa BLT Dana Desa belum tersalur 100 persen dari yang sudah melakukan musyawarah desa khusus,” sambungnya
Baca juga : Kapolda: Pilkada di 11 Kabupaten di Papua Rawan Konflik
Walaupun demikian, Anwar masih menunggu kedua kabupaten ini untuk segera menyalurkan BLT Dana Desa. “Janjinya 28 Juli, mudah-mudahan. Kita menunggu,” imbuhnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya