Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berpotensi Nambah Ratusan Klaster
Nadiem Diminta Jangan Buka Sekolah Di Luar Zona Hijau
Kamis, 30 Juli 2020 11:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Nadiem Makarim diminta jangan gegabah untuk membuka kembali sekolah di luar zona hijau disaat grafik pandemik Covid-19 belum melandai.
Ex Koordinator Direktorat Hukum pada Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma’ruf Amin, Hendra Setiawan Boenen mempertanyakan data apa yang digunakan Kemendikbud untuk melakukan pembukaan sekolah.
"Kalau kita lihat data terakhir menyatakan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 terus mengalami kenaikan bahkan sampai muncul 90 kluster perkantoran hanya di Jakarta saja," katanya.
Per 29 Juli 2020, jumlah pasien positif corona di Tanah Air tercatat 104.432 orang. Bertambah 2.381 orang (2,33 persen) dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Hendra Setiawan mengatakan, kenaikan klaster virus corona di puluhan kantor sejak PSBB dilonggarkan pada tanggal 4 Juni 2020, juga membuktikan bahwa protokol kesehatan yang diterapkan perkantoran, hanya dapat menekan angka orang yang akan terinfeksi. Tapi tidak menghalangi kenaikan.
Baca juga : Soal Data Penanganan Covid-19, Pemerintah Diminta Jangan Alergi Buka Diri
"Orang-orang di kantor yang sudah bekerja adalah orang-orang yang sudah dewasa dalam melaksanakan protokol kesehatan, tapi mereka masih tetap kena," katanya.
Dia bilang bagaimana dengan anak-anak yang tentunya tidak akan sedisiplin orang dewasa dalam kepatuhan protokol kesehatan.
Di dalam sekolah mereka dapat dipaksa melakukan protokol kesehatan dengan ketat, tapi apa ada jaminan begitu mereka keluar sekolah akan juga melakukan protokol kesehatan?.
"Orang dewasa saja tidak bisa dan hal ini merupakan salah satu sebab angka penderita Covid-19 di Indonesia terus naik," katanya.
Menurutnya, protokol kesehatan berupa pembatasan kapasitas kelas menjadi 50 persen, tidak akan efektif menghindari sekolah menjadi klaster baru Covid-19.
Baca juga : Populasi Sapi Indukan Bantuan Kementan Meningkat Di Mayoritas Provinsi
Dia kembali mempertanyakan lagi, apakah Nadiem Makarim mampu bertanggung jawab secara moral apabila muncul puluhan atau ratusan klaster dari sekolah?.
Hendra khawatir kemungkinan muncul korban jiwa massal atas kebijakannya membuka sekolah di luar zona hijau. Jangan pula kata dia, menggantungkan pembuatan kebijakan berdasarkan hasil survey tidak berdasar untuk membenarkan pembukaan sekolah.
Ingat, LSI Denny JA pernah mengeluarkan survey bahwa wabah corona akan selesai Juni 2020. "Sekarang terbukti, survey tersebut bukan saja salah besar tapi juga menyesatkan," tuturnya.
Jadi, dalam hal apapun sekolah tidak boleh dibuka di luar zona hijau sampai masalah Covid-19 selesai. Menurutnya, sistem belajar jarak jauh sudah benar.
Bahwa ada masalah anak-anak yang tidak punya akses internet maupun gawai, maka hal tersebut harus diatasi agar memastikan mereka bisa mengakses internet dan gawai untuk belajar jarak jauh.
Baca juga : Aturan Corona Banyak Diakali
"Bukankah dana Program Organisasi Penggerak (POP) yang ratusan miliar tersebut dapat digunakan untuk pengadaan internet dan gawai bagi peserta didik yang tidak mampu," katanya.
Kebosanan anak di rumah juga bukan alasan. Karena menurut dia, lebih baik anak bosan di rumah daripada masa depan mereka rusak atau bahkan mereka kehilangan nyawa akibat terjangkit Covid-19. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya