Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Maman mengklaim, KITA didukung pesantren dan habib. Juga beberapa politisi yang tidak mengatasnamakan parpol, serta budayawan. “Sekali lagi ini gerakan moral. Gerakan kebudayaan,” beber Maman.
Sejauh ini, lanjut Maman, sudah mulai ada deklarasi KITA di beberapa daerah. Salah satunya, Sumbar. Rencananya, KITA sebagai gerakan moral akan terus melakukan silaturahmi kepada tokoh bangsa, lembaga negara, partai politik dan ke daerah-daerah.
Baca juga : Pindah ke Benfica, Mou Ngalem Jan Vertonghen
Deklarasi Gerakan KITA mendapatkan respons dari Ketua Panitia KAMI, Ahmad Yani. Ia memandang KITA menjadi social society yang bukan bertujuan untuk mengontrol kekuasaan. Namun, untuk menjadi saingan gerakan sosial lainnya. “Seharusnya civil society itu adalah mengontrol kekuasaan, bukan sesama civil society,” ujar Ahmad Yani. Sekalipun begitu, dia tak keberatan dengan munculnya KITA. Yani justri mengajak KITA untuk sama-sama menilai kondisi bangsa saat ini. Yang berbeda dari kedua gerakan ini, adalah deklarasi dukungannya.
Kalau KITA baru sebatas Sumbar, KAMI sudah sampai ke luar negeri. Di antaranya Selandia Baru dan Amerika Serikat. Kemarin sore, KAMI dideklarasikan secara virtual di Melbourne, Australia. “Berikutnya Taiwan, Swiss, Qatar, Eropa,” tuturnya.
Baca juga : GM FKPPI Ajak Kadernya Bantu Pemerintah Tangani Dampak Corona
Meski telah dideklarasikan di beberapa tempat, Yani menegaskan KAMI tak akan menjadi ormas. Apa lagi, parpol. Dia mengingatkan, KAMI dibentuk sebagai gerakan moral dan intelektual yang hadir untuk mengawal kebijakan pemerintah. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya