Dark/Light Mode

Sertifikasi Penceramah, Barang Nggak Laku Ngapain Dijual Lagi

Minggu, 6 September 2020 05:30 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Istimewa)
Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebelum Corona melanda, Kementerian Agama (Kemenag) yang dipimpin Jenderal (Purn) Fachrul Razi melemparkan wacana sertifikasi bagi penceramah. Wacana ini ditentang. Jadi gaduh dan kontroversial. Akhirnya, mereda. Tapi, saat ini, wacana itu "didagangin" lagi. Tapi, lagi-lagi menuai polemik. Banyak yang menyuarakan ketidaksepakatannya. Duh, kenapa ya Kemenag masih saja "jualan" barang yang memang bermasalah?

Menag Fachrul Razi mengungkapkan, program itu akan dimulai bulan ini. Target awalnya, mencetak 8.200 penceramah bersertifikat. "Untuk semua agama," ujar Fachrul, dalam webinar 'Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara' di kanal Youtube Kemenpan-RB, Rabu (2/9).

Berita Terkait : Menag Kok Kambuh Lagi

Menurut Fachrul, sertifikasi bertujuan mencetak penceramah yang memiliki bekal wawasan kebangsaan dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila. Ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran paham radikalisme di tempat-tempat ibadah.

"Tolong yang diundang nanti di rumah ibadah kita, khususnya di lingkungan ASN, hanya mereka yang sudah dibekali penceramah bersertifikat," pinta eks Wakil Panglima TNI itu. 

Berita Terkait : MUI: Menag Nggak Paham Penyebab Radikalisme

Dalam menjalankan program itu, Kemenag menggandeng seluruh majelis keagamaan, ormas keagamaan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), hingga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

Soal adanya penolakan terhadap program sertifikasi ini, Fachrul menyatakan tak masalah. "Ada sedikit gesekan, nggak setuju, nggak apa-apa. Kita lanjut terus," tegasnya.

Berita Terkait : Menteri Agama Minta LDII Terus Perkuat Toleransi

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyampaikan, selain arahan Menag, program sertifikasi penceramah dibuat atas arahan Wapres Ma'ruf Amin dan Wamenag Zainut Tauhid. 
 Selanjutnya