Dark/Light Mode

Butuh Keluwesan Untuk Sosialisasikan Pancasila

Kamis, 24 September 2020 20:40 WIB
Diskusi Kontekstualisasi Pancasila di Kawasan Perbatasan. (Foto: ist)
Diskusi Kontekstualisasi Pancasila di Kawasan Perbatasan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Daerah perbatasan memiliki kekhasan tersendiri. Butuh tata kelola, regulasi, dan kebijakan pemerintahan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Peran penting tersebut ada di pundak kecamatan sebagai ujung tombak daerah perbatasan. 

Intisari tersebut mengemuka dalam dialog 'Peningkatan Integritas Masyarakat Perbatasan Melalui Penguatan Ideologi Pancasila dan Bantuan Sosial' di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (24/9). 

Hadir sebagai pemateri; Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Hariyono, Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Anjan Pramuka, serta Kepala Bagian Program Dan Anggaran Kementerian Sosial Sri Wulan Sugiharti. 

Dialog tersebut bagian dari pertemuan Koordinasi Peningkatan Aparatur Pemerintahan Kecamatan Perbatasan Tahun 2020 Regional I yang digelar oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). 

Baca Juga : Telin-BSSN Diskusikan Ancaman Siber Di Tengah Kemajuan Konektivitas Global

Membuka dialog, Hariyono menyebut, para Camat daerah perbatasan sejatinya pejuang Pancasila, berdasarkan sejarah dan konsep Nusantara. Namun Pancasila tak serta merta dapat terwujud di lapangan. Butuh kemampuan dan keluwesan para Camat dalam menyosialisasikannya. 

"Untuk masyarakat kelas menengah atas lewat dialog. Sedangkan kelas menengah ke bawah tidak harus penataran. Bisa lewat praktek, aktivitas sehari-hari," ujar Hariyono. 

Ia mencontohkan, beberapa kampung atau desa yang sudah mengaktualisasikan Pancasila. Antara lain; Mutiara Pancasila di Tangerang, Kampung Markisa (Mari Kita Sadar), Kampung Wonosari Go Green, dan Desa Banuroja (Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo, Jawa).

"Bapak, ibu camat bisa menyadarkan warga untuk bergotong royong mengatasi masalah lingkungannya. Sering saling ngobrol, tantangan daerah perbatasan seperti radikalisme, intoleransi, dan narkotika bisa diminimalisir," tutur Hariyono. 

Baca Juga : Pakai Gas PGN, UMKM Bisa Hemat Biaya Produksi

Guru Besar Universitas Negeri Malang ini juga mengingatkan pentingnya martabat dan harga diri bangsa. Caranya, meningkatkan kualitas manusia dengan memposisikan Pancasila sebagai landasan berpikir, pengambilan kebijakan, pembuatan peraturan. 

"Pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila secara struktural dan kultural. Dalam konteks pandemi, banyak kearifan lokal yang bisa kita gali. Para Camat bisa bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan sebagainya, kira-kira apa solusi agar sehat. Tentu tiap kecamatan berbeda-beda," cetus Hariyono. 

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNN Anjan Pramuka mengingatkan para camat bahwa Indonesia sedang darurat narkoba. Bahkan di masa pandemi, jumlah kasus kian marak dengan berbagai modus operandi. 

Pihaknya, terus melaksanakan optimalisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) khususnya di daerah perbatasan. "Modusnya di airport, seaport, land border. Kita terus cegah peredaran narkotika di daerah perbatasan negara," tandas Anjan sembari menunjukkan beberapa slide seputar narkotika. 

Baca Juga : Mahasiswa Diajak Aktif Edukasi Masyarakat Soal Mitigasi Dan Adptasi

Adapun Kepala Bagian Program Dan Anggaran Kemensos, Sri Wulan Sugiharti menjelaskan, berbagai program, khususnya kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona. Mulai dari bantuan sosial tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga paket sembako. Pihaknya memastikan negara hadir untuk seluruh warga negara termasuk di kawasan Terluar, Terpencil, dan Tertinggal (3T). [GO]