Dark/Light Mode

Hadapi Corona dan Resesi

Tidak Usah Gengsi, Belajar Ke Vietnam!

Rabu, 30 September 2020 06:32 WIB
Lawan Covid-19/Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Lawan Covid-19/Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Vietnam sedang banjir pujian. Keberhasilan negeri komunis ini menaklukkan Virus Corona plus menjaga ekonomi tetap tumbuh hingga terhindar dari resesi, membuat banyak pihak kagum. Indonesia, yang sekarang masih pontang-panting melawan Corona, tak usah gengsi belajar ke Vietnam. 

Pujian tadi datang setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Vietnam melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020, kemarin.

Kepala BPS Vietnam, Nguyen Thi Huong menyatakan, ekonomi negaranya di kuartal III tumbuh 2,6 persen atau lebih baik dari kuartal II yang tumbuh 0,39 persen. Hasil tersebut cukup memuaskan, pasalnya terjadi di tengah tekanan pandemi Corona. Catatan positif itu juga membuat Vietnam terhindar dari jurang resesi. 

"Berkat pengendalian Covid-19, aktivitas ekonomi secara bertahap telah kembali ke status new normal, membantu produk domestik bruto kuartal ketiga berkembang lebih cepat dari pada kuartal sebelumnya," kata Nguyen, seperti dikutip Vietnampluskemarin. 

Baca Juga : Kalau Pak Jokowi Masih Sayang, Kalian Mau Apa?

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Vietnam tercatat 2,12 persen. Angka ini memang yang terendah sejak 2011. Namun, karena terjadi saat pandemi, hal tersebut merupakan kesuksesan besar bagi Vietnam. Apalagi, negara lain di kawasan Asia Tenggara tenggelam dalam resesi. Sebut saja Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. Indonesia di kuartal ketiga nanti dipastikan masuk jurang resesi. 

Para ekonom di berbagai surat kabar di dunia mengulas kabar ini dengan sentimen positif. Nikkei Asian Review menyebut, negeri Naga Biru itu seperti kebal dengan resesi. Malah menyebut, ekonomi Vietnam masih bisa tumbuh positif tahun ini. 

Sebelum ini, Vietnam juga dipuji lantaran sejak awal bertindak cepat dan keras dalam melawan Corona. Pujian datang antara lain dari Dana Moneter Dunia (International Monetary Fund/IMF), karena Vietnam langsung menutup akses penerbangan ke dan dari Wuhan, setelah virus itu terdeteksi pertama kali.

Pada Maret, hampir semua perbatasan negara ditutup. Pengujian dan pelacakan kontak dilakukan dengan agresif, termasuk kampanye kesehatan masyarakat dengan cepat dimobilisasi. "Dari tahap awal, komunikasi tentang virus dan strateginya transparan," ulas IMF.

Baca Juga : Hotel Isolasi Dipadati Ratusan Pasien Corona

Pujian juga datang dari Direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford yang berbasis di Kota Ho Chi Minh, Guy Thwaites. Dia bilang, yang dilakukan Vietnam bukan respons teknologi tinggi. Tapi respons yang sangat cepat dan terorganisir dengan sangat baik.

Misalnya, pemerintah Vietnam memberlakukan lockdown mulai 1 April hingga 22 April. Ratusan ribu orang yang diduga terpapar, dikarantina di rumah sakit dan di rumah.

Direktur Eksekutif The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad ikut memberi pujian. Dia mengatakan, salah satu keberhasilan Vietnam lantaran pemerintahannya cepat belajar dan tanggap terhadap keadaan.

Begitu ada kasus di China, Vietnam langsung bertindak. Salah satunya adalah menutup gerbang masuk, khususnya dari jalur udara melalui pengurangan atau pembatasan jumlah penerbangan dari luar Vietnam.

Baca Juga : Warga Pesimistis Masalah Banjir Bisa Diatasi

"Lalu, begitu ada yang kena, mereka langsung testing cukup banyak, dan tracing yang bagus. Sehingga bisa dilokalisir bahkan tidak ada korban sama sekali karena sumbernya kan dari luar ditutup dan yang di dalam cepat identifikasi by name by address bisa dilacak," kata Tauhid, kemarin.

Karena itu, kata dia, Indonesia jangan gengsi meniru Vietnam kalau ingin berhasil menaklukkan pandemi sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi. 

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet tak heran dengan pertumbuhan ekonomi Vietnam itu.

"Setelah pandemi, Vietnam menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif karena berhasil mencegah pandemi Covid-19 tidak meluas lebih banyak. Sehingga mereka bisa recovery lebih cepat," tambahnya. [BCG]