Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setelah Baca UU Ciptaker

Jokower Ganti Kulit

Minggu, 11 Oktober 2020 07:31 WIB
Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal (Foto: Istimewa)
Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah membaca Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), para pendukung garis keras Presiden Jokowi alias Jokower, satu per satu mulai “ganti kulit”. Dulunya: mereka lovers, kini jadi haters

Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal masuk barisan yang ganti kulit ini. Gus Sahal, dikenal sebagai salah satu pendukung garis keras Jokowi. 

Berita Terkait : Bos KSPSI Bantah Demo Buruh Tolak UU Ciptaker Ditunggangi

Melalui akun Twitternya, @sahal_ AS, dia menanggapi cuitan pendiri Mizan, Haidar Bagir, yang juga menyatakan kekecewaan terhadap Jokowi. Bagir ingat, Jokowi yang selalu berpegang teguh pada pesan sang ibu agar jadi pembela bagi orang-orang lemah. Kini, memori itu mengabur dengan kebijakan-kebijakan yang tidak pro kepada rakyat kecil. 

“Saya masih ingat wajah Pak @Jokowi yang lugu saat kampanye presiden untuk pertama kalinya, juga kesederhanaannya dalam berpegang pada pesan ibunya agar anaknya menjadi pembela orang-orang lemah. Memori itu seperti mendadak kabur di tengah kebijakan-kebijakan ‘jalan pintas’ yang tak sensitif kepada rakyat kecil,” cuit Haidar, lewat akun @Haidar_Bagir. 

Berita Terkait : PDIP Tuding Ada Kepentingan Politik

Sahal pun mengomentari cuitan itu dengan menyebut, banyak pendukung termasuk dirinya yang merasa Jokowi luntur ke-Jokowi-annya. “Jokowi sedang mengalami proses deJokowiisasi,” komentar Gus Sahal. 

Dia juga mengingatkan pernyataan Jokowi dalam debat Calon Presiden 2014. Saat itu, Jokowi mengatakan, demokrasi berarti mendengar secara langsung suara rakyat. Saat ini, dia justru terkesan tak mengindahkan suara rakyat. “Dalam debat presiden 2014, Jokowi bilang demokrasi adalah mendengar secara langsung suara rakyat. Sayangnya kesediaan Jokowi untuk mendengar suara rakyat kini mulai luntur,” cuit Gus Sahal. 

Berita Terkait : Jokowi Tidak Berubah Sikap

Apa yang dicuitkan Gus Sahal ini, diamini pendukung Jokowi lain, Ulil Abshar Abdalla. “Benar seperti kata kawan saya, Gus @sahaL_AS, bahwa Pak Jokowi telah melakukan De-Jokowisasi atas dirinya sendiri,” cuitnya, lewat akun @ulil. 

Ulil mengkritik Jokowi lantaran dianggap tidak mau mendengarkan publik. Keras, dia mengkritik pemerintahan saat ini. “Ini bukan Orde Reformasi. Ini adalah Orde Tuli. Orde yang ditandai dengan sikap pemerintah yang makin insuler, ‘self-contained’, ndak mau mendengarkan publik. Yang didengar hanya kartel oligarki. Ya, saya pakai istilah ini: OLIGARKI,” tegasnya. 
 Selanjutnya