Dewan Pers

Dark/Light Mode

KPK Amankan Dua Teman Tersangka Penyuap Nurhadi

Jumat, 30 Oktober 2020 16:35 WIB
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain menangkap buronan kasus suap gratifikasi pengurusan perkara Mahkamah Agung (MA) Hiendra Soenjoto, Kamis (29/10) kemarin, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengamankan dua orang teman penyuap Nurhadi. 

"Yaitu teman HS yang bernama VC dan LI selaku istri tersangka HS," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (30/10). 

Keduanya telah selesai menjalani pemeriksaan dan telah dipulangkan ke tempat masing-masing. 

Berita Terkait : Kadin: Libatkan Pengusaha Dan Buruh Dalam Penyusunan Turunan UU Ciptaker

Soal materi pemeriksaan, Ali mengungkapkan, keduanya dikonfirmasi mengenai kedekatannya dengan Hiendra, serta pengetahuannya tentang keberadaan bos PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) itu selama menjadi buronan KPK. 

"Di samping itu juga mengenai sumber biaya hidup dan fasilitas lain selama tersangka HS menjalani pelarian sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang)," imbuhnya. 

Ali menyatakan, penyidik komisi antirasuah akan mendalami lebih lanjut kemungkinan penerapan Pasal 21 Undang-Undang Tipikor dalam perkara ini. 

Berita Terkait : Ditangkap, Buronan Penyuap Mantan Sekretaris MA Nurhadi!

Pasal tersebut adalah pasal menghalang-halangi atau merintangi penyidikan dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun. 

"KPK akan mendalami dengan akan memanggil dan memeriksa pihak-pihak lain," tegas Ali. 

KPK pun mengingatkan kepada pihak-pihak yang mengetahui dugaan kesengajaan merintangi dan menghalangi penyidikan dalam perkara tersangka Hiendra ini untuk bersikap kooperatif.

Berita Terkait : Peduli lingkungan Bersama Pemuda, Sharp Dulang Prestasi

Penyidik KPK menangkap Hiendra yang sudah 8 bulan buron di sebuah apartemen di wilayah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Kamis (29/10).
 
Dalam dakwaan Nurhadi dan Rezky,  Hiendra yang merupakan bos PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) itu disebut memberi suap Rp 45,7 miliar kepada Nurhadi dan Rezky.  

Suap itu, untuk mengurus dua perkara. Pertama, perkara gugatan PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), dan kedua, gugatan melawan Azhar Umar. 

Usai ditangkap, Hiendra langsung dijebloskan ke dalam sel di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari ke depan, mulai hari ini sampai 17 November mendatang. [OKT]