Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sudah Cabut Keputusan Angkat Dirinya Sebagai Plt Kadis
Bupati Tana Toraja Masih Dibully
Minggu, 17 Maret 2019 14:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tingkah laku para pejabat daerah di Indonesia bermacam-macam. Ada yang berani, kontroversi, koruptif, tapi kadang ada juga yang nyeleneh. Salah satunya yang dilakukan Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae ini terbilang unik.
Dia melantik dirinya sendiri sebagai Plt Kadis Kesehatan Tana Toraja. Pelantikan dirinya merujuk pada surat perintah berlogo Bupati Tana Toraja bernomor 820-40/ BKPSDM/II/2019.
Isi surat perintah tersebut dibuat oleh Nicodemus. Yang memerintahkan dirinya sebagai Plt Kadis Kesehatan Toraja dan ditanda tangani oleh Nicodemus sebagai Bupati Toraja.
Tingkah aneh Nicodemus tentu saja membuat ribut dunia maya. Ada yang mengkritik, menyindir hingga menjadi bahan olok-olok bagi warganet. Kasus ini terjadi beberapa hari lalu, tapi hebohnya makin ramai.
Di Instagram, akun poliklitik sengaja membuat meme yang menyentil tingkah aneh sang bupati yang melantik dirinya sendiri. Meme dibuat dengan latar belakang warna hijau yang cerah.

Baca juga : Kabupaten Serang Ditetapkan Sebagai Wisata Syariah
Terpajang sosok bupati lengkap dengan seragamnya. Ia memegang secarik kertas putih sambil mengucapkan. “Dari surat perintah yang ditanda tangani saya sebagai bupati oleh saya sendiri, memerintahkan kepada saya sendiri sebagai pelaksana tugas kepala dinas kesehatanan.”
Di gambar kedua, bupati mengucapkan kekaguman atas dirinya yang bisa melantik dirinya sendiri.
“Wah, saya tidak menyangka akan menerima surat ini, terima kasih kepada saya sendiri.” Diiringi dengan tepuk tangan. Lagi-lagi yang tepuk tangan juga dia sendiri.
Di meme itu, akun poliklitik membuat caption menyindir. “Lantik Diri Sediri - Nah ini yang bikin Indonesia jadi unik, manusianya antik-antik, apalagi pejabatnya, kadang suka kurang separo pikirannya,” ungkapnya menyentil.
Atas sikap nyeleneh anak buahnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginstruksikan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah untuk mengecek langsung informasi itu.
Baca juga : Konflik Pemilik-Penghuni Dan Pengembang Apartemen Masih Terjadi
Kapuspen Kemendagri, Bahtiar Baharuddin sebelumnya mengatakan, kebijakan Bupati Tator tersebut diduga kuat bertentangan dengan kaidah tata kelola pemerintahan daerah yang diatur dalam UU Pemda dan Tata Kelola Jabatan Aparatur Sipil Negara yang diatur dalam UU ASN.
Jabatan setingkat kepala dinas, disebut Bahtiar, dapat diisi PNS, baik sebagai pejabat definitif maupun Plt atau Plh, sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ketua Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Subhan Djoer menguatkan. Katanya, perbuatan Nicodemus disebut maladministrasi. “Iya itu pasti maladministrasi, seharusnya Bupati sebelum menandatangani SKbertanya dulu ke Sekda. Karena Sekda-lah yang paham seluk beluk birokrasi,” katanya.
Karena banyak penolakan, Nicodemus akhirnya melepaskan jabatan Plt Kadis Kesehatan itu. Dalam siaran pers Kemendagri, Kamis (14/3), pembahasan jabatan Plt Kadis yang dijabat oleh Nicodemus dibawa ke rapat di Kemendagri.
Sikap Nicodemus menjadi lelucon warganet. Harry Victor mengatakan, perilaku bupati yang melantik diri sendiri semakin memperlihatkan bahwa kualitas pejabat negara sangat minim dan tidak mengerti masalah administrasi.
Baca juga : Diperiksa Perdana Sebagai Tersangka, Taufik Kurniawan Mangkir
“Buset dah maksa banget ya, ga paham administrasi ya,” tuding dia. Kemudian disambar oleh gunse yang mengatakan, sebagai seorang kepala daerah seharusnya belajar ad¬ministrasi pemerintahan daerah. Jika kepada daerah tidak mengerti akan berbahaya. “Wah luar binasa... Apa gak sempet belajar SOPPemerintahan ya,” dia menanyakan.
Feysummer justru mempertanyakan ke mana pejabat daerah seperti Sekda yang seharusnya menjadi administratur di daerah tersebut. Jangan-jangan semua memang tidak pada mengerti. “What? Ke mana ASNnya? Kemana kepala BKPSDM nya?” tanya dia.
Pertanyaan serupa diungkapkan Agung Trisa Putra. Kalaupun bupatinya tidak mengerti, masalah administrasi pemerintahan daerah, minimal pejabat di bawahnya bisa mengarahkan. “Kalau bupatinya ngak ngerti apa-apa, orang BKD nya gimana ini apa ngak ada yang ngasih tau,” kata dia lagi. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya