Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Surat Suara Luar Negeri Salah Kirim
Netizen Heran, KPU Digaji Gede Kerjanya Asal-asalan
Senin, 18 Maret 2019 14:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemilu tinggal 30 hari lagi, tapi ada saja permasalahan yang membuat gonjang ganjing di jagat media sosial. Terbaru, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan adanya ribuan surat suara luar negeri yang salah kirim.
Yang mengungkap adalah komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin kepada wartawan, kemarin. Menurut Afif, sapaan Mochammad Afifuddin, seharusnya surat suara itu dikirim ke Malaysia dan Filipina, tetapi nyasar ke Hong Kong.
Berdasarkan data Bawaslu, total surat suara yang nyasar ke Hong Kong ini berjumlah 2.400 surat suara. Surat suara tersebut merupakan surat suara untuk pemilihan anggota DPR.
Selain ke Hong Kong, Afif mengatakan, terdapat surat suara lain yang salah kirim. Di antaranya surat suara untuk Darwin (Australia) dan Penang (Malaysia) nyasar ke Singapura.
Dia menduga, hal ini terjadi karena pengirim tidak hati-hati. “Tapi, sebab pastinya apa, saya tidak tahu,” tuturnya.
Baca juga : Nyerang Terus, Andi Dendam Ke Mahfud?
Kasus surat suara nyasar ini membuat gaduh dunia maya. Kebanyakan warganet mengkritik Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak cermat dan teliti.
@AnperAnto menuding, kasus surat suara nyasar ini terjadi karena kelalaian KPU. “Lucu betul negara ini, 2.000 surat suara nyasar ke negera bukan tujuan awal. Masa salah kirim, anjirr,” kritiknya, pedas.
Sindiran dan cacian kepada KPU juga diungkap @polaris_red. Ia tak habis pikir, KPU digaji besar dan menggunakan uang hingga triliunan rupiah tapi untuk mengirim surat suara saja tidak becus. “Wah wah wah standing aplause deh, segitu nggak becusnya kerja. Apa disegaja?” duganya.
Masih dengan narasi kritikan yang sama, @ansarregint mengatakan, komisioner KPU harus dikritik habis-habisan karena tidak mampu bekerja maksimal. “Ada-ada saja... kirim surat saja salah.”
Begitupun dengan @zaidanmuda yang menganggap KPU sudah keterlaluan, karena tidak beres menjalankan proses dan tahapan Pemilu dengan baik.
Baca juga : Bupati Tana Toraja Masih Dibully
“Padahal, budget sampai puluhan triliun, sistem teroganisir, yang kerja di situ pada digaji. Tapi kerja kaga beres,” sindir dia dengan penuh dugaan jika nyasar surat suara sudah terencana.
@kisapdopalon merinci tanda-tanda kecurangan Pemilu. Pertama, KPU minta MK membuat peraturan baru untuk penambahan surat suara dan TPS baru.
Kedua, surat suara salah kirim ke Hong Kong dan ketiga disosialisasikan cara-cara nyoblosnya nanti pas 17 April 2019. “Ini bakal terjadi kecurangan yang legal, padahal rakyat sudah bulat pilih Prabowo,” ujarnya.
@disa99 mengingatkan KPU bekerja dengan adil dan netral. Jika kinerja KPU partisan, nanti rakyat yang akan melakukan perlawanan. “Nah loh curiga nih. Kerja yang bener donk @ KPU_ID,” ujar dia mengingatkan.
Lanjut, @MakLambehTurah menyebut, surat suara salah kirim sangat fatal.
Baca juga : Akan Ada Tersangka Baru Kasus Pengaturan Skor Sepakbola
@Do_ra_dong ikut nimbrung mengkritik kinerja KPU yang tidak beres. Kata dia, surat suara nyasar sangat serius. Bukan lagi soal keteledoran KPU semata. Tapi menjadi indikasi adanya niat-niat jahat untuk melakukan kecurangan massif dan sistematis.
@lisa_rahadi ikut menyambar. Ia mengaggap tidak masuk akal surat suara bisa nyasar. “Memangnya tidak pakai alamat? mengirim paket saja tanpa alamat jelas, pihak pos dan TIKi tak mau menerimanya,” kata @TMasakau.
Berikutnya, @KaswanMaulana1 sangat menyayangkan kasus ini. “Jika ada unsur kesengajaan, mustahil sekelas institusi negara berkembang bisa nyasar,” katanya penuh keanehan.
Berbeda, @Rei0328417296 mengingatkan kepada semua pihak tidak menuduh berlebihan kepada KPU. “Mereka nggak goblok. Di Hong Kong kan ada TKI yang jumlahnya bukan sedikit. Tapi baiknya kita tunggu saja, biar KPU menjelaskan yang sudah jelas,” belanya. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya