Dark/Light Mode

Sebelum Belajar Tatap Muka Dibuka

Bikin Simulasinya, Guru dan Murid Kudu Di-Swab Test

Sabtu, 28 Nopember 2020 05:50 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

 Sebelumnya 
Netizen meminta, setelah simulasi pembelajaran tatap muka dilakukan, Pemda harus membuat protokol kesehatan dan aturan main-nya. Tujuannya, kata Chandra Christiawan, agar dapat diterapkan di semua daerah.

Menurut High Bosone, untuk melihat kesiapan lembaga pendidikan, pemerintah daerah perlu memfasilitasi tes usap (swab) kepada warga satuan pendidikan. Tes swab dilakukan sebelum pembelajaran tatap muka dimulai. “Kegiatan selain pembelajaran di sekolah tidak diperbolehkan,” tambahnya.

Youth Suara Surabaya mengatakan, di Surabaya sudah mulai dilakukan tes swab massal untuk pelajar, sebagai langkah persiapan sebelum sekolah tatap muka dimulai. Selain tes swab, kata dia, simulasi protokol kesehatan di sekolah juga sudah berulang kali dilakukan.

Berita Terkait : Pastikan Sekolah Terapkan Prokes

Menurut Maang, simulasi protokol kesehatan sekolah kepada semua anak di sekolah mulai dilakukan minggu ini. Dia pun menyeman-gati para guru dan anak-anak sekolah. “Selalu semangat, selalu sehat dan jadilah bintang,” ujarnya.

“Persiapan serius, mantap. SMAN 8 Jakarta simulasi sebelum belajar tatap muka dan buka dua kelas,” saut Fetty Indyani.

Sekar mengaku sudah melakukan simulasi sekolah tatap muka selama seminggu. Hasilnya, kata dia, terasa sekali capeknya. “Pulang sekolah jam 7 malam langsung tepar,” kata dia.

Berita Terkait : Senyum Sedikit, Boleh Lah

Syaiful Huda menegaskan, keputusan di-aktifkannya lagi sekolah tatap, muka sangat tergantung dari sekolah dan orangtua siswa. Tentang standar protokol Covid-19 di sekolah, kata dia, seharusnya standard operational procedure (SOP) dikeluarkan oleh Kementerian Ke sehatan. “Tentu dengan sosialisasi dan simulasi sebelumnya,” katanya.

Namun, tidak semua netizen setuju dengan dimulainya sekolah tatap muka. Ivanleasa salah satunya. Dia mengaku khawatir terhadap aktivi-tas anak-anak saat di sekolah dan perjalanan pergi-pulang sekolah. “Apa bisa dipastikan anak-anak tersebut bisa menjaga diri dan tidak bergerombol waktu pulang sekolah,” dia mempertanyakan.

RN Fahmi menyambung. Dia meminta masyarakat tidak menganggap remeh virus Corona. Dia mengingatkan, anak-anak kalau sudah “dilepas” terkadang suka lupa bahwa kondisi saat ini masih sedang pandemi Covid-19. “Jangan korbankan kesehatan bersama,” dia mewanti-wanti.

Baca Juga : Luhut Sebut PKS Aset Demokrasi Indonesia

Agus Kothak menimpali. Kata dia, bila orangtua merasa tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa anaknya masuk ke sekolah. [TIF]