Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Minta Pemeriksaan Edhy Tak Berlebihan
Luhut Digigit Firli
Minggu, 29 November 2020 08:01 WIB
Sebelumnya
Selain itu, eks Kapolda Sumatera Selatan ini juga memastikan, penangkapan Edhy tidak berkaitan dengan politik. Kasus suap izin ekspor benur itu merupakan tindak pidana korupsi murni. “Jangan kita diajak masuk ke dalam ranah politik,” tegasnya. Perkara korupsi itu, ditegaskan Firli, merupakan kasus yang sifatnya perseorangan, meski Edhy merupakan pengurus partai politik.
Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Syamsuddin Haris ikut berkomentar tentang permintaan Luhut tersebut. “Maksud Pak LBP ini kira-kira apa ya?” ujarnya, di akun Twitter pribadinya @ sy_haris sambil memang link berita media online yang berjudul Luhut minta KPK jangan berlebihan periksa Edhy.
Baca juga : PGI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Pembunuhan Sigi
Warganet pun ikut mengomentari sikap Firli ke Luhut. “Khusus respons terhadap LBP, kali ini jempol buat KPK, tidak ada yang berlebihan buat ‘perampok,” cuit @ Erdahlan1. “Mantap pak Firli gigit Lord Luhut,” sambar @asong66.
Akun @indWUrajaya menyebut, sikap Firli sudah sesuai dengan sikap Presiden Jokowi. Sedangkan sikap Luhut yang nggak sesuai. “Presiden aja komentarnya jelas dan tegas memberi wewenang sepenuhnya ke KPK untuk mengusut tuntas. Lha kok Luhut gitu?” kritiknya.
Baca juga : Ketua KPK: Penangkapan Edhy Prabowo Tidak Berkaitan Dengan Politik
“Menurut hemat saya, Pak Luhut Pandjaitan harusnya berkomentar bersifat mendidik. Misalnya, mulai saat ini sebagai pejabat jangan coba-coba korupsi karena klo korupsi diburu KPK dan hasil korupsi itu tidak bermanfaat bagi pejabat juga keluarganya. Gitu dong,” saran @ KinkinAsikin1. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya