Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sementara itu, desakan agar pemerintah bersikap tegas terhadap China terus digaungkan. Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin meminta pemerintah, khususnya TNI Angkatan Laut (AL) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla), perkuat keamanan bawah laut Indonesia.
Aziz menduga, Drone China itu dilengkapi banyak sensor serta transmitter jarak jauh. “Tentunya ini menjadi perhatian khusus dan sangat berbahaya bagi keamanan NKRI. Hal seperti ini perlu ditangani dengan serius dengan memodernisasi peralatan kontra-surveillance,” kata Azis.
Baca juga : Kasus Kerumunan Aksi 1812 Masuk Ke Tahap Penyidikan
Politisi Golkar itu meminta Kementerian Luar Negeri tegas menyampaikan nota diplomatik dengan mengirimkan surat protes kepada China. Jangan sampai, Drone itu sudah mengirimkan data dari beberapa hasil temuan di perairan Indonesia.
Desakan juga disuarakan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Bobby Adhityo. Menurutnya, pemerintah harus protes ke China. “Jangan sampai insiden intelijen Jerman yang belum lama ini terulang kembali,” ujarnya.
Baca juga : KSP Indosurya Mau Buka Kembali Belasan Cabang Di Kota Besar
Mantan anggota Komisi I DPR, Roy Suryo juga ikutan bersuara. Lewat akun Twitternya, pakar telematika ini menganggap, kasus Drone ini sudah menjadi ancaman yang serius.
“Tweeps, ini sudah ancaman serius, drone bawah laut atau UUV (Unmanned underwater vehicle) Chinese Sea Wing (Haiyi) di Perairan Selayar, Sulsel, harus disikapi tegas Pemerintah. Dalam catatan saya, sudah 3 (tiga) kali: 2019 di Pulau Dekat Laut Cina Selatan dan Januari 2020 di Jawa Timur,” cuit Roy kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya