Dark/Light Mode

Proyek Infrastruktur Di Masa Pandemi

Di Malaysia On-Off, Di Sini Sih On Terus

Senin, 4 Januari 2021 07:57 WIB
Di akhir pekan, 3 menteri (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono) bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sibuk mengecek proyek infrastruktur, kemarin. Mereka meninjau proyek pembangunan Bandara Ngloram di Cepu, Blora, Jawa Tengah, yang ditargetkan beroperasi di tahun ini. (Foto: Dok. Kemenhub)
Di akhir pekan, 3 menteri (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono) bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sibuk mengecek proyek infrastruktur, kemarin. Mereka meninjau proyek pembangunan Bandara Ngloram di Cepu, Blora, Jawa Tengah, yang ditargetkan beroperasi di tahun ini. (Foto: Dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beda Malaysia, beda pula Indonesia dalam melaksanakan program di tahun ini. Saat negara masih dilanda pandemi, Malaysia memilih on-off untuk proyek infrastruktur. Tapi kalau di sini, di negara kita tercinta, proyek infrastruktur tetap jalan terus. Bahkan anggaran yang disiapkan bertambah besar di tahun ini.

Dalam postur APBN yang sudah diketok September lalu, anggaran untuk infrastruktrur di tahun 2021 naik drastis dari Rp 281,1 triliun menjadi Rp 414 triliun. Sementara anggaran kesehatan justru dipangkas dari Rp 212,5 triliun pada 2020 menjadi Rp 169,7 triliun di tahun ini.

Bukti negara fokus dengan infrastruktur terlihat saat 3 menteri sibuk meresmikan Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora, Minggu (02/1). Jembatan penghubung Jawa Tengah dengan Jawa Timur ini diresmikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga : Dian Sastro Happy Pandemi Tak Batasi Sineas Untuk Berkarya

Di saat yang sama, justru pemerintah Malaysia menyetop proyek infrastruktur strategis berupa kereta cepat Malaysia-Singapura. Pemberhentian proyek senilai Rp 237 triliun itu dilakukan, karena belum selesainya pandemi Corona di negeri Jiran tersebut.

Fenomena yang bertolak belakang ini bikin politisi Demokrat berang. Lewat akun Twitter miliknya, dia menyandingkan kebijakan yang dilakukan Malaysia dengan Indonesia.

“Di Negeri Jiran, proyek infrastruktur disetop. Antara lain karena pertimbangan dampak pandemi,” ujar Rachland dalam akun Twitternya @RachlanNashidik, kemarin.

Baca juga : Banyak Tantangan Mengajar Di Masa Pandemi Covid, Pendidik Tetap Termotivasi

Di Indonesia, kata Rachland, justru sebaliknya. Proyek-proyek infrastruktur di Indonesia justru digalakkan. Bahkan anggarannya naik hampir 100 persen dari tahun lalu. Sementara anggaran kesehatan berada jauh di bawah postur dana infrastruktur.

Tak hanya itu, dia juga menyorot soal anggaran Polri yang naik 21 persen dan TNI 16 persen. Dengan komposisi ini, dia menuding pemerintah lebih mendahulukan infrastruktur dan pertahanan/keamanan ketimbang fokus menangani pandemi.

“Memangnya angka terinfeksi dalam wabah penyakit ini sudah melandai? Infrastrukfur, TNI dan Polri meroket. Begini bisa dibilang fokus pada menangani wabah penyakit?” sindir pria yang juga pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi ini.

Baca juga : Ini Di Malaysia, Bukan Di Sini Ya

Sebelum Rachland, ekonom senior dari INDEF, Faisal Basri sudah lebih dulu menyampaikan kritik. Dia mempertanyakan komitmen pemerintah melawan Corona, tapi dengan memangkas anggaran kesehatan di tahun 2021.

“Jadi kesehatan memang nomor dua, (Ini bukti pemerintah) tidak ada komitmen,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.