Dark/Light Mode

Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Halal Dan Suci

Jumat, 8 Januari 2021 18:04 WIB
Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh (Foto: BNPB)
Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Fatwa MUI Pusat akhirnya menetapkan status halal dan suci untuk vaksin Covid-19 produksi Sinovac, usai rapat pleno tertutup di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (8/1).

"Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac Lifescience, yang sertifikasinya diajukan Bio Farma, suci dan halal," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh, Jumat (8/1) di Hotel Sultan, Jakarta.

Fatwa ini masih belum final. Karena masih menunggu keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait unsur keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy). 

Berita Terkait : Ratusan Personel Polda NTT Kawal Pendistrubusian 13.200 Vaksin Sinovac

"Halalnya sudah. Thoyib (baik, Red)-nya belum. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan aspek keamanan vaksin tersebut. Setelah itu, vaksin bisa digunakan," jelas Kiai Niam.

Rapat yang diikuti pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat tersebut, hanya membahas menetapkan kesesuaian syariah Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Lifescience. Co.

Ada tiga vaksin produksi Sinovac yang didaftarkan yaitu Coronavac, Vaccine Covid-19, dan Vac2 Bio.

Berita Terkait : BPOM Telah Terbitkan Sertifikat Lot Release Untuk 1,2 Juta Vaksin Sinovac

"Yang kita bahas hari ini adalah produk vaksin Covid-19 dari produsen Sinovac. Bukan yang lain. Pembahasan diawali dari audit dari auditor," ujar Kiai Niam.

Kehalalan vaksin Sinovac diputuskan, setelah Komisi Fatwa mengkaji laporan hasil audit dari tim MUI secara mendalam. 

Tim tersebut terdiri dari Komisi Fatwa MUI Pusat dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI. Tim tersebut  telah berpengalaman dalam mengaudit Vaksin MR. Serta tergabung dalam tim Kementerian Kesehatan, Biofarma, dan BPOM sejak Oktober 2020.

Berita Terkait : Airlangga: Vaksinasi Jalan, Disiplin Prokes Jangan Kendor

Tim gabungan tersebut mengunjungi pabrik Sinovac dan mengaudit kehalalan vaksin di sana. Sepulang dari Indonesia, tim masih menunggu beberapa dokumen yang kurang.

Dokumen itu diterima secara lengkap oleh tim MUI pada Selasa (5/1) melalui surat elektronik. Pada hari yang sama, tim juga merampungkan audit lapangan di Bio Farma, yang akan memproduksi vaksin ini secara massal.

Tim kemudian melaporkan hasil audit tersebut kepada Komisi Fatwa MUI Pusat, untuk dilakukan kajian dalam menentukan kehalalan vaksin. [DIR]