Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, suci dan halal. Meski belum mengeluarkan fatwa lengkap, keputusan MUI ini, bisa menenangkan rakyat yang masih ragu kehalalalan vaksin tersebut.
Keputusan ini diambil setelah Komisi Fatwa MUI menggelar sidang pleno tertutup di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin. Rapat membahas aspek kehalalan vaksin itu, berlangsung cukup lama. Dimulai pukul 14.00 WIB, baru kelar menjelang Maghrib.
Selesai sidang, Ketua MUI Bidang Fatwa, KH. Asrorun Niam memberikan keterangan pers yang disiarkan secara virtual. Dia bilang, rapat yang diikuti pimpinan MUI dan auditor itu, hanya membahas kesesuaian syariah vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac.
Baca juga : Bos KAMI Merengek-Rengek
Apa hasilnya? Asrorun menjelaskan, vaksin itu halal dan suci. Artinya, vaksin itu tidak menggunakan bahan-bahan yang tidak halal. Keputusan itu diambil setelah pihaknya mendengar penjelasan tim auditor mengenai bahan dan proses pembuatan vaksin.
Setelah mendengarkan penjelasan auditor, Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac, yang sertifikasinya diajukan Biofarma, suci dan halal. Meski dinyatakan suci dan halal, fatwa MUI ini belum final. MUI masih menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sebab, menurut Asrorun, dalam mengeluarkan fatwa penggunaan vaksin, MUI tidak hanya menentukan aspek kehalalan dari bahan baku. Tetapi juga harus melihat aspek kemanjuran dan keamanannya. Nah, soal keputusan aman dan manjur itu, akan dikeluarkan BPOM.
Baca juga : Hari Ini, Vaksin Covid-19 Mendarat Di Jayapura
“Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak? Maka fatwa akan melihat aspek ketoyiban tersebut,” tegasnya.
Sekadar latar saja, sudah ada tiga juta dosis vaksin Sinovac yang dikirimkan ke Indonesia. Vaksin tersebut sudah didistribusikan ke seluruh provinsi.
Pemerintah menjadwalkan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan Rabu (13/1) mendatang. Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin. Selain Jokowi, vaksin juga bakal disuntikkan ke para menteri Kabinet Indonesia Maju.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.