Dark/Light Mode

Halalkan Vaksin

MUI Tenangkan Umat

Sabtu, 9 Januari 2021 07:00 WIB
Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh. (Foto: BNPB)
Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, suci dan halal. Meski belum mengeluarkan fatwa lengkap, keputusan MUI ini, bisa menenangkan rakyat yang masih ragu kehalalalan vaksin tersebut.

Keputusan ini diambil setelah Komisi Fatwa MUI menggelar sidang pleno tertutup di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin. Rapat membahas aspek kehalalan vaksin itu, berlangsung cukup lama. Dimulai pukul 14.00 WIB, baru kelar menjelang Maghrib.

Selesai sidang, Ketua MUI Bidang Fatwa, KH. Asrorun Niam memberikan keterangan pers yang disiarkan secara virtual. Dia bilang, rapat yang diikuti pimpinan MUI dan auditor itu, hanya membahas kesesuaian syariah vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac.

Berita Terkait : Jokowi Sabar Menunggu

Apa hasilnya? Asrorun menjelaskan, vaksin itu halal dan suci. Artinya, vaksin itu tidak menggunakan bahan-bahan yang tidak halal. Keputusan itu diambil setelah pihaknya mendengar penjelasan tim auditor mengenai bahan dan proses pembuatan vaksin.

Setelah mendengarkan penjelasan auditor, Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac, yang sertifikasinya diajukan Biofarma, suci dan halal. Meski dinyatakan suci dan halal, fatwa MUI ini belum final. MUI masih menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebab, menurut Asrorun, dalam mengeluarkan fatwa penggunaan vaksin, MUI tidak hanya menentukan aspek kehalalan dari bahan baku. Tetapi juga harus melihat aspek kemanjuran dan keamanannya. Nah, soal keputusan aman dan manjur itu, akan dikeluarkan BPOM.

Berita Terkait : Jokowi Pastikan Ketersediaan 329,5 Juta Vaksin Covid-19

“Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak? Maka fatwa akan melihat aspek ketoyiban tersebut,” tegasnya.

Sekadar latar saja, sudah ada tiga juta dosis vaksin Sinovac yang dikirimkan ke Indonesia. Vaksin tersebut sudah didistribusikan ke seluruh provinsi.

Pemerintah menjadwalkan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan Rabu (13/1) mendatang. Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin. Selain Jokowi, vaksin juga bakal disuntikkan ke para menteri Kabinet Indonesia Maju.
 Selanjutnya