Dark/Light Mode

Borong 100 Juta Vaksin

Menkes Baru Menjanjikan

Kamis, 31 Desember 2020 07:17 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Twitter Setkab)
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Twitter Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS) langsung tancap gas tangani Covid-19. 100 juta vaksin dia borong untuk mencegah penyebaran virus asal Wuhan, China itu. Gebrakan Menkes baru menjanjikan juga ya.

Pembelian 100 juta vaksin itu disampaikan BGS saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, usai menyaksikan penandatanganan peningkatan supply commitment letter vaksin antara Novavax dengan Indo Farma dan Astra Zeneca dengan Bio Farma, kemarin.

Berita Terkait : BPOM: Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac Masuki Tahap Penyelesaian

BGS mengatakan, pemerintah sudah mengamankan 100 juta dosis vaksin dari Astrazeneca dan Novovax. “Pembelian dua vaksin dari perusahaan Kanada dan Inggris ini memberikan variasi yang cukup untuk rakyat Indonesia, atas produk vaksin yang nanti bisa kita gunakan,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah akan membeli 426 juta dosis vaksin Covid-19 dari empat produsen; Sinovac, Astrazeneca, Pfizer, dan Novovax. Rinciannya, 100 juta dosis dari Sinovac China, 100 juta dosis dari Novavax Kanada, 100 juta dosis dari AstraZeneca Inggris, dan 100 juta dosis dari perusahaan gabungan Jerman-Amerika Serikat Pfizer.

Berita Terkait : Menteri BGS Sampaikan Duka Mendalam Kematian Nakes Saat Menangani Covid-19

Menurut dia, Indonesia perlu melakukan vaksinasi terhadap 181 juta orang demi mencapai herd immunity. Setiap orang diberikan dua dosis vaksin, sehingga 426 juta dosis yang dibeli.

“Dengan memperhitungkan satu orang dua dosis vaksin, dan memperhitungkan guide line dari WHO bahwa kita mempersiapkan 15 persen untuk cadangan, maka total vaksin yang dibutuhkan adalah sekitar 426 juta dosis,” kata Budi.

Berita Terkait : Zona Merah Naik Terus, Keterisian Rumah Sakit Tinggi

BGS juga menyebut Indonesia kemungkinan mendapat sekitar 16 juta dosis dari Gavi. Namun, rencana itu belum mencapai kata final hingga saat ini. “Diharapkan vaksin ini bisa datang secara bertahap ke Indonesia, dan kita bisa segera melakukan penyuntikan 181 juta orang,” paparnya.
 Selanjutnya