Dark/Light Mode

MUI Ke Keluarga Korban SJ128

Ikhlaskan, Insya Allah Syahid

Minggu, 17 Januari 2021 08:03 WIB
Keluarga dan kerabat menabur bunga di pusara pramugari Isti Yudha Prastika, korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ182, di TPU Pondok Petir, Depok, Jawa Barat, kemarin. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Keluarga dan kerabat menabur bunga di pusara pramugari Isti Yudha Prastika, korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ182, di TPU Pondok Petir, Depok, Jawa Barat, kemarin. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masa tugas Tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi korban Sriwijaya Air SJ182 tinggal 2 hari lagi. Tentunya semua berharap, Tim SAR bisa menemukan jenazah dari 62 penumpang SJ182 di sisa waktu yang ada. Namun, kalau tidak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta keluarga untuk mengikhlaskan. Insya Allah, mereka mati syahid.

Kepala Basarnas, Marsma TNI Bagus Puruhito memutuskan memperpanjang proses evakuasi Sriwijaya Air SJ182 selama 3 hari. Bila tidak diperpanjang lagi, maka tugas Tim SAR akan berakhir Senin (18/1) besok. Fokus evakuasi selama 3 hari ini, yakni evakuasi korban dan menemukan perekam suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR).

Berkaca pada kasus kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2018. Saat itu, operasi evakuasi dihentikan setelah 24 hari pencarian, yakni tanggal 23 November 2018.

Namun saat operasi ini berakhir, sebanyak 64 korban tak teridentifikasi lantaran tidak ditemukan jasadnya atau bagian tubuh saat proses pencarian dan evakuasi berlangsung. Adapun korban yang berhasil teridentifikasi adalah 125 dari total 189 korban.

Berita Terkait : Parpol Geber Aksi Kemanusiaan

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas meminta pihak keluarga untuk ikhlas terhadap segala kemungkinan. Misalnya, jenazah atau bagian tubuh dari korban tidak berhasil ditemukan setelah proses evakuasi berakhir.

“Dalam Islam, bila seseorang Muslim mengalami kecelakaan seperti itu, matinya syahid. Sekalipun korban tidak bisa ditemukan, yang jelas dia secara pribadi dengan Tuhan dianggap dekat. Karena dia, mati syahid,” tutur Anwar kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Menurutnya, tidak ada jaminan dalam 3 hari perpanjangan kerja yang dilakukan Tim SAR, seluruh korban bisa dievakuasi. Medan yang berat, membuat proses pencarian di laut tidak semudah pencarian di darat. Keluarga korban, kata dia, harus bisa menerima segala kenyataan yang mungkin akan terjadi.

“Kami mengimbau kepada pihak keluarga supaya mengikhlaskan. Itu akan membantu almarhum/almarhumah menghadap Tuhan,” pesan Anwar.

Berita Terkait : SJ182 Dikasih Waktu 3x24 Jam

Bagaimana tanggapan keluarga? Kemarin, Rakyat Merdeka menghubungi Sri Rahayu, salah satu kerabat korban Sriwijaya Air SJ182. Dalam musibah itu, Ayu, sapaan akrabnya, kehilangan 5 kerabat sekaligus. Mereka adalah Rizky Wahyudi (26), Indah Halimah Putri (26), Arkana Nadhif Wahyudi (8 bulan), Rosi Wahyuni (50), dan Nabila Anjani (12).

Dengan suasana haru, Ayu mengatakan, ikhlas merupakan pilihan terakhir. Sebagai keluarga, dia tentunya sangat berharap para korban bisa dievakuasi dan diidentifikasi.

“Kalau kami tetap masih berharap. Walaupun setitik daging, kami akan kuburkan di tanah. Tapi kalaupun misalnya salah satu dari keluarga kami tidak dapat, tentu kami ikhlas lillahitaala. Karena itu sudah qadaarallah,” kata Ayu.

Ayu kemudian mengenang perbincangan terakhirnya dengan korban. Malam, sebelum mereka dinyatakan hilang. Melalui video call, Ayu menatap wajah Rizky dan Rosi: perempuan yang dianggap ibu kandungnya sendiri. Mereka meminta maaf, lantaran mau pamit meninggalkan tanah kelahirannya. Namun siapa sangka, kedua orang itu pamit untuk selamanya.

Berita Terkait : Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ182, Tim Temukan 13 Kantong Jenazah

Saat ini, Ayu dan keluarga tak bisa jauh dari ponselnya. Berharap Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri memberikan kabar terbaik. Dari lima kerabatnya, 3 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Indah, Rosi, dan Rizky.

Jenazah Indah (istri Rizky) sudah dibawa ke Palembang untuk disemayamkan. Rencananya, jenazah Indah akan dimakamkan bersama bayinya. Namun Arkana, belum juga diidentifikasi. Sementara Rizky, Rosi, dan Nabila, akan dimakamkam di Bangka.
 Selanjutnya