Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menko PMK: Pembangunan Keluarga Tentukan Kemajuan Bangsa

Sabtu, 31 Oktober 2020 17:45 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menjadi pembicara di acara webinar, Sabtu (31/10). (Foto: Menko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menjadi pembicara di acara webinar, Sabtu (31/10). (Foto: Menko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Permasalahan stunting masih menjadi hal yang menghambat pembangunan manusia Indonesia. Berdasarkan data hasil survei status gizi balita Indonesia tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen. Angka tersebut masih cukup tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa penanganan stunting merupakan prioritas nasional. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan agar prevalensi stunting ditekan serendah-rendahnya dengan target 14 persen pada tahun 2024.

Berita Terkait : Sukur Pimpin Rapat Pemenangan Yesy Dan Adly Di Karawang

Karena itu, menurut Muhadjir, diperlukan langkah terobosan untuk mengatasinya. Dia mengatakan, untuk mengatasi permasalahan stunting yang terpenting adalah dimulai dari keluarga.

Permasalahan stunting, imbuh Muhadjir, sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Oleh karenanya pembangunan keluarga sangat diperlukan untuk mencegah stunting. "Kita punya pekerjaan yang jauh lebih berat yaitu menyiapkan rumah tangga. Itu tidak kalah penting karena justru segala sesuatu harus dimulai dari penyiapan pasangan rumah tangga, keluarga baru terutamanya," ujarnya saat menjadi narasumber dalam webinar, Sabtu (31/10).

Berita Terkait : Pecahkan Rekor, Jumlah Penumpang Bandara Soetta Tembus 61 Ribu Orang

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan, sebagai langkah untuk menyiapkan rumah tangga baru yang sehat, matang secara mental dan ekonomi, dan bisa menyiapkan generasi yang unggul, pemerintah telah menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai leading sector penanganan stunting dengan utamanya pembangunan keluarga.
 Selanjutnya