Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), mencatat sedikitnya 2.863 orang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir ketika dua sungai besar meluap pada Sabtu (16/1) lalu.
Kepala BPBD Halmahera Utara Abner Manery mengatakan pihaknya telah mendata ada 2.863 jiwa yang tersebar di 4 kecamatan, rumahnya terendam banjir dan harus mengungsi ke berbagai tempat yang aman. "Warga yang yang mengungsi itu berasal dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Kao Barat, Galela Selatan, Galela Barat, dan Loloda Utara," ujarnya, Senin (18/1).
Banjir tersebut dipicu hujan dengan intensitas ringan-lebat yang disertai angin kencang dalam durasi waktu yang lama, mulai pukul 16.00 WIT sejak 15-16 Januari 2021.
Baca juga : Banjir Di Halmahera Utara, 1.801 Orang Ngungsi
Adapun desa yang terendam banjir adalah Desa Togawa, Soakonora (Galela Selatan). Desa Roko, Dokulamo, (Galela Barat). Desa Pitago, Bailengit, Soamaetek, Parseba, Tuguis, Mekar Sari (Kao Barat), dan Desa Ngajam (Loloda Utara).
Warga terdampak banjir di Desa Togawa 61 KK 285 jiwa, Dokulamo 4 KK 15 jiwa, Roko 313 KK 1016 jiwa, Soakonora 2 KK 11 jiwa, Pitago 45 KK 153 jiwa, Bailengit 67 KK 294 jiwa, Soamaetek 30 KK 120 jiwa, Parseba 115 KK 378 jiwa, Tuguis 136 KK 499 jiwa, Mekarsari 35 KK 87 jiwa, dan Desa Ngajam 1 KK 5 jiwa. Jumlah pengungsi seluruhnya mencapai 2.863 orang.
Sedangkan kerugian materil karena akses jalan putus, 3 unit rumah warga terbawa banjir, 2 unit rumah rusak berat dan yang lainnya masih dalam pendataan.
Baca juga : Gelar Upacara Sangjit
Sementara itu, penanganan yang dilakukan BPBD setempat, membagikan makanan siap saji serta melakukan evakuasi korban di sejumlah lokasi bersama Basarnas, TNI dibantu relawan di gedung SMP Soamaetek, SD Kai dan tenda pengungsi di perbatasan antara Desa Pitago dan Desa Kai.
Untuk di Desa Togawa, petugas mengevakuasi korban di gedung gereja, PAUD dan gedung MTQ. Di Desa Roko, petugas juga mengevakuasi korban di gedung Gereja Duma dan Samuda.
"BPBD juga telah mengevakuasi harta benda penduduk, kondisi terakhir air terpantau belum surut dan kebutuhan mendesak para pengungsi sementara makanan siap saji, air bersih, selimut, tikar, dan logistik lainnya," katanya.
Baca juga : Tahun Baru, Warga Demak Kebanjiran
Akibat diguyur hujan deras yang berlangsung selama sehari, pada Sabtu (16/1), sedikitnya 5 desa yang berada di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara terendam banjir setinggi 80-100 cm. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya