Dark/Light Mode

Jagoan Indonesia Timur

Disebut Penerus JK, Amran Sulaiman Didorong-dorong Maju Pilpres 2024

Selasa, 19 Januari 2021 18:11 WIB
Mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Instagram)
Mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman didorong-dorong maju dalam Pilpres 2024. Amran dianggap sosok yang paling tepat untuk menjadi representasi kandidat pemimpin masa mendatang dari kawasan Indonesia Timur.

“Amran Sulaiman adalah aset Sulawesi Selatan (Sulsel) di kancah nasional. Dia tepat dikatakan sebagai penerus Pak JK,"  kata Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla, dalam diskusi bertajuk “Memotret Indonesia dari Timur” di Warkop 115, Toddopuli, Kota Makassar, Senin (18/1).

JK dan Amran sama-sama berlatar belakang pengusaha. JK dikenal sukses membesarkan perusahaannya. Salah satu yang cukup terkenal adalah PT Kalla Group. Begitu juga Amran, yang sukses mengelola  PT Tiran Group.

Kedua tokoh ini juga sama-sama aktif dalam berbagai kegiatan sosial. JK memimpin sejumlah organisasi kemanusiaan dan masyarakat seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Begitu pula Amran, melalui yayasan miliknya AAS Foundation. AAS Foundation sangat aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana.

Berita Terkait : CEO Tiran Group Dan AAS Foundation Andi Amran Sulaiman Kirim Bantuan Kemanusiaan

Belum lama ini  Amran langsung mengkoordinir dan membawa bantuan 15 ribu paket bantuan berupa pangan dan kebutuhan mendesak lainnya bagi korban gempa.

Satu-satunya yang membedakan, hingga saat ini, Amran lebih memilih profesional dan tidak terlibat di partai politik. Kontras dengan JK. Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 ini, pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Namun, itu tak mengurangi poin Amran sebagai jagoan Indonesia Timur. Pakar Politik Universitas Bosowa Makassar Arief Wicaksono menilai, Amran Sulaiman layak didorong maju mewakili Indonesia Timur, pada Pilpres 2024 mendatang.

“Matahari itu terbit dari timur. Tidak ada sejarah matahari terbit dari barat. Tugas kita sebagai orang timur adalah mengembalikan fitrah orang timur, menjadi figur pemimpin yang diterima bangsa Indonesia,” katanya.

Sosiolog Universitas Hasanuddin, Dr. Sawedi Muhammad juga sependapat. Sawedi berpendapat, kawasan timur memiliki sumberdaya alam yang melimpah dan sumberdaya manusia yang mumpuni. Tak kalah dengan tokoh-tokoh dari kawasan barat.

Baca Juga : Pandemi Ubah Pola Konsumsi, Industri Mamin Perlu Berinovasi

Namun, kekayaan alam itu tidak sejalan dengan pembangunan yang dinilainya timpang antara barat dan timur.

“Ketimpangan kawasan hanya bisa diatasi, kalau pemimpinnya berasal dari kawasan yang timpang. Putra-putra dari timur memiliki kemampuan differential advantage yang belum tentu dimiliki tokoh-tokoh dari kawasan barat. Jangankan wakil presiden, calon presiden pun bisa!” tegasnya.

Di tempat yang sama, Pakar Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Abdi menilai nilai filosofi kepemimpinan Bugis-Makassar yakni getteng (komitmen), malempu (jujur), dan macca (cerdas) ada pada sosok Amran Sulaiman.

“Orang bugis bilang taro ada, taro gau (satu kata dengan perbuatan, Red). Sehingga, saya yakin, akan muncul mutiara dari timur. Salah satu mutiara itu adalah Andi Amran Sulaiman,” jelasnya penuh keyakinan.

Sependapat dengan Abdi, Dr. Alam Tauhid Syukur yang merupakan pakar kebijakan publik dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara LAN Makassar meyakini, sumberdaya manusia dari kawasan timur Indonesia sangat diandalkan. Semestinya, diberi ruang besar untuk tampil di kancah nasional.

Baca Juga : Miris, Ratusan Pengungsi Korban Gempa Mamuju Antre Bantuan Tenda Dan Beras

“Kalau diberi kesempatan, pasti akan memberikan kontribusi besar bagi negara. Bukan cuma sebagai komplementer. Contohnya Pak JK, sampai bisa menjadi pendamai di tingkat internasional yang belum tentu dimiliki tokoh di Indonesia barat,” katanya.

Dengan alasan tersebut, kata Alam, Amran pantas untuk berkompetisi di Pilpres 2024. Apalagi, menurutnya Amran tergolong profesional, bersih, dan memiliki kompetensi, kemampuan, dan kapasitas yang tak perlu diragukan, dengan segala pengalaman yang dimilikinya.

"Beliau sosok yang inovatif dan pekerja keras,” pungkas Alam. [KAL]