Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus dugaan penyimpangan dana kemah pemuda Islam 2017 yang sedang digarap pihak kepolisian mulai menemukan titik terang. Kabar gembira pun menghampiri Dahnil Anzar Simanjuntak yang selama ini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
Kemarin, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Dyandra Convention Center, Surabaya, dengan tegas membantah adanya penyelewengan dana penyelenggaraan kemah. Dengan begitu Menpora memberikan kebahagiaan dan angin segar kepada Dahnil.
Baca juga : Suami Digoyang, Istri Melawan
Dalam keterangannya, menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan jika pelaksanaan kemah tahun 2017 murni dari ide dan gagasannya. “Saya sampaikan bahwa ide dasar dari kemah itu memang saya yang menginisiasi,” aku dia. Dia berkeinginan ada sinergitas dari dua pemuda ormas di Indonesia dari NU dan Muhammadiyah agar saling menguatkan silaturrahmi dan nilai-nilai ukhuwah. Makanya dikumpulkan dalam satu acara bersama.
Dalam pelaksanaan kemah bersama, tidak ada yang salah baik dalam penyelenggaraan maupun dananya. “Semua sudah sesuai prosedur dan nyatanya dana pun sudah diberikan,”jelasnya.
Baca juga : Macan Kemayoran Tahan Imbang PSM
Bantahan Imam bukan tanpa data. Dia membeberkan jika dari hasil audit BPK tidak ditemukan penyelewengan dana. “Saya sampaikan juga bahwa pemeriksaan waktu itu tidak ada (temuan penyelewengan) apa pun dari BPK, kemudian tiba-tiba muncul kasus ini menjelang muktamar,” ucap Imam penuh tanda tanya.
Supaya tidak menjadi liar ke mana-mana,Imam menyarankan kepada Dahnil untuk mencari siapa yang telah melaporkan ke polisi. “Saya sampaikan tolong cari tahu siapa pelapornya. Jangan sampai kemudian menuduh atau membawa suatu yang tidak penting untuk dipublikasikan,” pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya