Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong agar Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) untuk konsisten dalam menerapkan prosedur pengelolaan vaksin yang baik sehingga mutunya terjaga dan tetap berkhasiat tinggi.
Baca juga : Malaysia Beli Vaksin China dan Rusia
"Dalam pengelolaan vaksin, hal yang paling kritikal adalah bangunan dan fasilitas yang digunakan dalam operasional mengingat vaksin adalah produk rantai dingin yang harus dipertahankan mutunya pada suhu penyimpanan 2-8 derajat Celcius atau suhu yang dipersyaratkan," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers daringnya yang dipantau dari Jakarta, Jumat (29/1).
Baca juga : Perbaikan Di Sektor Hulu Tentukan Kualitas Literasi Indonesia
Usai melakukan pemeriksaan ke Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) di Bandung, Ia mengatakan BPOM melakukan pengawalan distribusi vaksin sampai ke daerah atau sampai diterima fasilitas pelayanan kesehatan. BPOM juga melakukan pendampingan pemenuhan penerapan aspek Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).
Baca juga : Pemprov Jabar Perkuat Puskesmas Tangani Covid-19
Penny berharap seluruh Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) di Indonesia agar selalu menjaga mutu vaksin selama jalur distribusi dan harus selalu memitigasi risiko potensi adanya penurunan mutu selama distribusi. "Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan standar perlu segera untuk dilakukan perbaikan," ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya