Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Penyaluran Bansos Covid
Perusahaan Adik Anggota DPR Diduga Dapat Jatah
Sabtu, 30 Januari 2021 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Muhammad Rakyan Ikram lebih bernyali ketimbang kakaknya, Ihsan Yunus yang menjabat anggota DPR.
Rakyan bersedia memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus suap penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. Sementara Ihsan malah mangkir.
“Rakyan Ikram diperiksa untuk tersangka AIM (Ardian Iskandar Maddanatja),” ungkap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri.
Baca juga : PGN Salurkan Bantuan Bencana Di Sulawesi Barat Dan Kalimantan Selatan
Ardian adalah Direktur PT Tigapilar Agro Utama (TIGRA), pihak yang memberikan suap kepada Juliari P Batubara, mantan Menteri Sosial. Pemeriksaan Rakyan masih berkutat mengenai dugaan perusahaannya mendapat jatah menggarap bansos Covid.
Kehadiran Rakyan ke KPK, bukan yang pertama. Sebelumnya, Rakyan juga pernah hadir penuhi panggilan penyidik pada 14 Januari 2021. Saat itu, Rakyan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Juliari.
“Perusahaan saksi diduga mendapatkan paket-paket pekerjaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kementerian Sosial,” kata Ali.
Baca juga : Bos! Bersihkan Politik Uang Mulainya Dari Parpol Aja Dah
Rakyan ikut diperiksa KPK setelah rumah orang tuanya, Irzal Yunus digeledah. Dari penggeledahan rumah mantan anggota DPR itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan alat komunikasi.
Sementara Ihsan Yunus pernah dipanggil KPK. Sedianya, politisi PDIP itu akan diperiksa sebagai saksi untuk perkara tersangka Adi Wahyono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos. Tapi ia tak datang. Alasannya, belum menerima surat panggilan KPK.
Penyidik pun memutuskan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Ihsan. Ia diduga terlibat kasus rasuah ini. KPK telah menggeledah sejumlah kantor perusahaan yang terlibat penyaluran Bansos Covid wilayah Jabodetabek. Juga memanggil pimpinan perusahaan itu.
Baca juga : Datang Ke KPK, Pejabat Kemensos Balikin Amplop
Salah satunya, Direktur PT Bumi Pangan Digdaya, Achmad Gamaludin Moeksin alias Agam. Perusahaannya termasuk 10 besar vendor penyedia Bansos bahan kebutuhan pokok atau sembako. Perusahaan ini mendapat kuota jumbo: 811.355 paket.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya