Dark/Light Mode

Penanganan Covid Membaik, Satgas Imbau Tiap Daerah Tetap Patuh Prokes

Rabu, 10 Februari 2021 14:29 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Sekretariat Kabinet)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Sekretariat Kabinet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan mingguan penanganan Covid-19 menuju ke arah yang lebih baik.

Perkembangan kasus positif Covid-19 terkini per Selasa 9 Februari 2021 terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 8.700 kasus dengan jumlah kasus aktif 169.351 kasus. Itu artinya ada pertambahan kasus positif sebesar 14,4 persen dibandingkan rata-rata dunia 24,13 persen.

Sementara jumlah kesembuhan sebanyak 973.452 kasus atau 82,9 persen dibandingkan rata-rata dunia 73,69 persen. Pada kasus meninggal sebanyak 31.976 kasus atau 2,7 persen dibandingkan rata-rata dunia 2,18 persen.

Baca juga : Pegadaian Segera Terapkan Pemeriksaan GeNose

Wiku mengatakan  untuk mempertahankan perkembangan ini, warga harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, seperti memakai masker menjaga jarak dan mencuci tangan.

 "Upaya langsung dengan 3M akan memiliki dampak lebih cepat memperlambat laju penularan karena upaya tersebut bentuk pencegahan agar seseorang tidak tertular," jelasnya, Selasa (9/2).

Wiku menambahkan dalam menekan penyebaran Covid-19, upaya tidak langsung dengan menjalankan  3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) yang dilakukan pemerintah.

Baca juga : Satgas Minta Daerah Tiru Kalbar Dan Riau

Lebih lanjut ia memaparkan perkembangan kasus positif mingguan tingkat nasional, terjadi penurunan sebesar 10,8 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Angka tersebut mencerminkan telah terjadi penurunan penularan di tengah masyarakat.

Namun menurut Wiku masih ada 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi mingguan harus kembali meningkatkan penanganannya. Diantaranya dimulai dari DKI Jakarta naik 4.204 (19.903 vs 24.107), Nusa Tenggara Timur naik 480 (897 vs 1.376), Kalimantan Utara naik 333 (539 vs 872), Sumatera Utara naik 223 (644 vs 867) dan Kalimantan Timur naik 206 (4.123 vs 4.329).

Dari kelima tersebut, hanya DKI Jakarta yang dari Pulau Jawa. "Ini adalah perkembangan yang baik, karena jika diingat selama 4 minggu ke belakang, penambahan kasus positif didominasi provinsi dari pulau Jawa dan Bali," lanjutnya.

Baca juga : Bupati Ade Yasin Ingin Aktifkan Satgas Di Tingkat Kecamatan Hingga RW

Meski demikian Wiku meninta seluruh provinsi tidak lengah dan kembali mengevaluasi penerapan protokol kesehatan termasuk penegakan disiplin. Agar penurunan kasus positif dapat lebih besar lagi hingga tidak ada sama sekali penularan di tengah-tengah masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.