Dark/Light Mode

Polri Kerahkan Puluhan Ribu Personel Jadi Tracer dan Vaksinator

Kamis, 11 Februari 2021 12:51 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Nerdeka)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Nerdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengerahkan lebih dari 40 ribu personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di seluruh wilayah di Indonesia untuk menjadi tracer atau pelacak penyebaran Covid-19.

"Polri menyiapkan 40.336 personel Bhabinkatibmas di seluruh daerah untuk bertindak sebagai tracer, sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona," ujar Listyo Sigit saat memimpin apel kesiapan dan pelepasan Bhabinkamtibmas serta tenaga kesehatan, di Lapangan Promoter Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kamis (11/2) pagi.

Apel tersebut diikuti pejabat pemerintah dan petinggi Polri-TNI. Tampak di antaranya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman hingga Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Baca juga : Puan Dukung Pers Jadi Sumber Inspirasi, Bangkit Dari Pandemi Covid-19

Selain tracer, korps baju cokelat juga menyiapkan lebih dari 13.500 tenaga kesehatan untuk menjadi vaksinator. Dari jumlah itu, sebanyak 900 personel tengah dilatih Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sebanyak 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa," imbuh eks Kabareskrim Polri ini.

Listyo mengatakan hal ini merupakan bentuk kesiapan Polri dalam mengawal dan mendukung program pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19. Saat ini, Listyo mengingatkan, Indonesia sudah memiliki sebanyak 19,5 juta vaksin yang telah didistribusikan ke dinas-dinas kesehatan provinsi.

Baca juga : Mandiri Dan BNI Pede Kredit Macet Menciut

"Karena itu, saya perintahkan kepada seluruh jajaran Polri untuk terus melakukan pengawalan, pengamanan baik saat pendistribusian maupun saat vaksin tersebut diberikan kepada masyarakat," tegas Kapolri.

Selain itu, Listyo juga menginstruksikan kepada seluruh personel Polri untuk terus bersinergi dengan jajaran TNI dan tenaga kesehatan di lapangan dalam rangka penegakan protokol kesehatan.

Di akhir sambutannya, Listyo menekankan, upaya melawan pandemi virus Corona harus dilakukan secara bersama-sama. "Kita juga harus senantiasa optimis, selalu ada peluang dalam membuat lompatan kemajuan. Tidak hanya keluar dari krisis, tapi juga peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi sejajar negara maju dunia," tandasnya.

Baca juga : LPI Tancap Gas Undang Investor

Sementara Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kementeriannya tidak mempunyai cukup personel untuk melakukan penelusuran (tracing) di seluruh Indonesia. Karena itu, Kemenkes menggandeng TNI-Polri.

"Untuk penduduk Indonesia kira-kira dibutuhkan 80 ribu tracer di seluruh desa, kita tidak punya aparat seperti itu, yang punya hanya Polri dan TNI. Karena itu kita harus bekerja sama dengan Polri dan TNI," tutur Budi.

Mantan Direktur Utama PT Inalum ini mengungkapkan, pengerahan tenaga vaksinator dan tracer ini merupakan senjata dalam upaya menekan penyebaran virus Corona di Indonesia. "Sistem persenjataan ini merupakan kombinasi dari Kapolri, Polri, TNI dan juga dari Kementerian Kesehatan, bersama-sama," imbuhnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.