Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pede Bakal Gaet Banyak Investor

Jokowi Minta Direksi LPI Berpikir Out Of The Box

Rabu, 17 Februari 2021 05:15 WIB
Presiden Jokowi. (Foto : Instagram @jokowi).
Presiden Jokowi. (Foto : Instagram @jokowi).

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah ditunggu-tunggu, Presiden Jokowi akhirnya mengumumkan jajaran dewan direksi Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) di Istana Negara, Jakarta, (16/2). Jokowi optimis, LPI bisa meraih kepercayaan investor dalam maupun luar negeri untuk mempercepat pembangunan.

Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan, Sovereign Wealth Fund (SWF) atau LPI mem­punyai posisi strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara dalam jangka panjang.

Selain itu, juga menyediakan alternatif pembiayaan dalam pembangunan berkelanjutan.

Berita Terkait : Irma Yakin Ekonomi 2021 Membaik, Minta Kritikus Tak Berpikir Negatif Terus

“INA akan menjadi mitra strategis bagi dalam dan luar negeri agar tersedia pembiayaan berkelanjutan,” kata Jokowi di Istana Negara, dalam siaran langsung lewat YouTube, ke­marin.

Menurut eks Wali Kota Solo ini, LPI dijamin menjadi insti­tusi profesional yang dilindungi undang-undang dan mengguna­kan pertimbangan profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya.

LPI juga dikelola oleh putra dan putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah in­ternasional dan dijaring panitia seleksi dibantu head hunter profesional.

Berita Terkait : Pakai Gas PGN, UMKM Hemat Biaya Energi Hingga 50 Persen

Lima direksi LPI yang diper­kenalkan langsung oleh Jokowi adalah, Ridha DM Wirakusumah (Dirut PT Bank Permata Tbk/ BNLI) sebagai CEO. Lalu, Arief Budiman (mantan Direk­tur Keuangan Pertamina) seba­gai Deputy CEO, Stefanus Ade Hadiwidjaja (Managing Direc­tor of Creador) sebagai Chief Investment Officer.

Kemudian, Marita Alisjah­bana (Country Risk Manager Indonesia City) sebagai Chief Risk Officer dan Eddy Porwanto (eks Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk/GIAA) sebagai Chief Financial Of­ficer.

Jokowi meminta LPI bertin­dak dengan penuh inovasi dan berani mengambil keputusan yang out of the box dengan tata kelola yang baik. Sehingga Indonesia mempunyai alternatif pembiayaan yang memadai untuk akselerasi menuju Indo­nesia maju di 2045, sesuai target Pemerintah.

Berita Terkait : Pandemi, Waktu Yang Tepat Buat Investasi Properti

“Lembaga ini akan menjadi mitra strategis bagi para investor, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri agar tersedia pembiayaan yang cukup untuk program pembangunan. Khusus­nya, program pembangunan infrastruktur nasional,” jelas Jokowi.
 Selanjutnya