Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Dugaan Suap Perizinan Ekspor Benur
Edhy Bicara Kesuksesan Gondol 14 Medali Emas Di Asian Games
Selasa, 23 Februari 2021 06:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo menegaskan dirinya tidak akan lari. Sebaliknya, akan bertanggung jawab dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster (benur).
Bekas Politisi Partai Gerindra ini pun menghormati segala proses hukum yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia juga tak akan takut bila nantinya dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim dalam persidangan.
“Jangankan dihukum mati, lebih dari itu pun saya siap. Yang penting demi masyarakat saya,” kata Edhy usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Senin (22/2).
Baca juga : KPK Gali Perizinan dan Penentuan Pemenang Proyek
Ketegasan itu disampaikan Edhy bukan untuk mencari kebenaran apapun dalam kasusnya ini. Tapi dia juga mengingatkan bahwa perkara yang menjeratnya tidak merugikan sepersen pun keuangan negara.
Bahkan dia menyinggung soal prestasinya ketika berhasil menghadirkan 14 medali emas dalam gelaran Asian Games tahun 2018 silam. Prestasi itu dia peroleh karena pernah menjabat sebagai pengurus di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
“Kenapa itu tidak dihormati? Saya seolah-olah orang yang di-bully, orang yang paling menyusahkan negara. Saya tidak mencuri uang negara, tidak sedikitpun,” tegas Edhy.
Baca juga : Ratusan Triliun Realisasi Investasi Asing Mangkrak
Lebih lanjut Edhy mengatakan kalau kebijakannya membuka keran ekspor benih lobster adalah untuk kepentingan masyarakat. Kebijakan itu diklaimnya merupakan keinginan masyarakat.
Edhy juga tak lantas menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) soal ekspor benur itu. Menurutnya, Permen itu telah dikaji secara mendalam oleh tim akademis dan teknis selama 6 bulan.
Semua laporan kajian itu pun telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab). “Bukankah itu perintah presiden, extraordinary work, kerja, kerja, kerja. Ini yang kita lakukan dan saya ingin ini jalan,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya