Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Dugaan Suap Perizinan Ekspor Benur
Edhy Bicara Kesuksesan Gondol 14 Medali Emas Di Asian Games
Selasa, 23 Februari 2021 06:15 WIB
Sebelumnya
Edhy menyatakan, dirinya tak tahu menahu soal manuver pejabat KKP di bawahnya yang menemui para eksportir benur. Edhy mengklaim, dirinya sudah mengingatkan jajarannya agar berhati-hati dan waspada. Agar tidak mudah terpengaruh lobby-lobby yang dilancarkan pengusaha yang mengingi kan izin lobster. “Kalau saya tahu pasti saya hentikan, saya larang,” imbuhnya.
Dia sendiri tak menampik, memang ada kesalahan dalam kebijakan itu. Tapi, hal itu mesti ditabrak demi kesejahteraan masyarakat. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari ekspor benih lobster selama tiga bulan, disebut Edhy, mencapai Rp 40 miliar.
Baca juga : KPK Gali Perizinan dan Penentuan Pemenang Proyek
“Lobster ini ada peluang besar yang bisa menghidupi masyarakat dan faktanya pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan malah positif di saat Covid ada,” beber Edhy.
Diketahui dalam perkara ini Edhy Prabowo dijerat sebagai tersangka bersama enam orang lainnya. Enam orang itu adalah Safri sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misanta sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Siswadi sebagai pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Ainul Faqih sebagai staf istri Edhy Prabowo, Amiril Mukminin sebagai sekretaris pribadi Edhy Prabowo, serta seorang bernama Suharjito sebagai Direktur PT DPP.
Baca juga : Ratusan Triliun Realisasi Investasi Asing Mangkrak
Dari keseluruhan nama itu, hanya Suharjito yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap, sisanya disebut KPK sebagai penerima suap.
Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy Prabowo diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.
Baca juga : Dapat Dukungan Dari Pemerintah, Eksportir Sarang Burung Walet Happy
KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.
Dari nama-nama tersangka di atas, Suharjito tengah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia didakwa memberi suap ke Edhy Prabowo sebesar Rp 2,1 miliar terkait kasus ekspor benur. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya