Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mudik pada Lebaran 2021. Larangan ini sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.
"Nanti Hari Senin (5/4) kami bahas tentang aturan mudik," katanya, di Solo, Kamis (1/4).
Baca juga : Tangkal Ekstremisme Dan Terorisme, Gusdurian Tawarkan 4 Solusi
Putra sulung Presiden Jokowi ini mengatakan, ada kemungkinan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan dipertegas pada rapat tersebut. Yang jelas, keputusan yang akan diambil Pemkot Solo adalah untuk meminimalisasi penyebaran virus asal Wuhan.
"Pokoknya kami ingin yang sekarang grafiknya mulai landai, zona merah sudah hilang, kami tidak mau gara-gara mudik nanti (jumlah kasus positif) naik lagi," tegasnya.
Baca juga : Moeldoko Sebaiknya Mundur Apa Maju
Ia mengatakan, jika muncul klaster baru penyebaran Covid, Solo harus mulai penanganan dari nol kembali. "Ini vaksinasinya sudah berhasil kok, yang pasti ASN dilarang mudik," tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, Pemda segera melakukan sejumlah persiapan terkait dengan kebijakan larangan mudik Lebaran yang dikeluarkan pemerintah pusat. "Tidak ada mudik ini kan kebijakan dari pusat. Jadi kami akan menyiapkan tidak ada mudik, namun kami selalu siaga," ujarnya.
Baca juga : Dukung Larangan Mudik Bagi Perantau
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat, termasuk terkait dengan langkah-langkah yang harus dilakukan. "Namun kami selalu siaga," ungkapnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya