Dark/Light Mode

Djoko Setijowarno

Efektifkan Larangan Mudik, Presiden Harus Segera Terbitkan Perpres

Kamis, 8 April 2021 07:15 WIB
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijiwarno (Foto: Istimewa)
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijiwarno (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhajir Effendi melarang semua kalangan (ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat) untuk mudik Lebaran, pada 6 - 17 Mei 2021.

Larangan mudik Lebaran ini ditujukan untuk menekan meluasnya kasus Covid-19, yang mungkin terjadi setelah mudik.

Keputusan pelarangan mudik sebenarnya empirik based on data. Setiap kali selesai liburan panjang, angka penularan covid-19 pasti meningkat signifikan.

Meski ada pelarangan mudik, kenyataannya di lapangan, pasti akan ada pelanggaran.

Berita Terkait : Segera Terbit, Permenhub Pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 2021

Jika tidak dilarang, susah dibayangkan jutaan manusia mudik seperti tidak ada pandemi. Pastinya, akan ada ledakan penderita Covid baru pasca Lebaran.

Secara psikologis, hal ini akan menurunkan kepercayaan (low trust) terhadap kebijakan pandemi. Utamanya, vaksinasi.

Vaksinasi bisa dianggap gagal, jika terjadi ledakan penderita covid pasca Lebaran. Bahkan, dapat membuat masyarakat menjadi semakin tidak percaya kepada pemerintah.

Memang, banyak energi yang harus dikeluarkan di lapangan. Tapi, itu harga yang harus ditanggung pemerintah.

Berita Terkait : Hukuman Bagi Yang Mudik Lebaran, Kerasin Saja Pak!

Bercermin pada libur panjang sebelumnya dan libur Lebaran tahun lalu, sepertinya ini akan mengulang kesalahan masa lalu. Jika tidak dilakukan evaluasi menyeluruh.

Polri yang memiliki wewenang di jalan raya, tidak mampu melarang sepenuhnya mobilitas kendaraan. Masyarakat punya mengakali dengan berbagai macam cara.

Dampak lain yang diperkirakan, angkutan umum pelat hitam akan semakin marak. Kendaraan truk diakali dapat untuk mengangkut orang.

Bisnis PO Bus resmi makin terpuruk, setelah tahun lalu juga mengalami masa suram. Pendapatan akan berkurang dan menurun drastis.

Berita Terkait : Dukung Larangan Mudik Bagi Perantau

Mudik menggunakan sepeda motor, masih mungkin dapat dilakukan. Karena jalan alternatif cukup banyak, dan sulit dipantau.
 Selanjutnya