Dark/Light Mode

Tindak Pegawainya yang Nakal, Bentuk Komitmen KPK Jaga Integritas

Kamis, 8 April 2021 21:43 WIB
Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat pegawai komisi antirasuah berinisial IGAS. IGAS dipecat setelah ketahuan mencuri barang bukti kasus korupsi berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati mengungkapkan, apa yang dilakukan IGAS merupakan kesalahan dan telah merusak reputasi komisinya. Tapi, KPK memilih untuk membukanya.

"Sehingga menjadi pelajaran bersama dan merupakan tanggung jawab KPK untuk menyampaikan kebenaran dengan jujur dan terbuka," ujar Ipi lewat pesan singkat, Kamis (8/4).

Berita Terkait : Nggak Cuma Dipecat, Pegawai KPK yang Nyolong Emas Juga Dipolisikan

Dia menyatakan, KPK tegas memproses semua pelanggaran etik melalui Dewas. Hal ini menunjukkan komitmen dan keseriusan KPK menjaga integritas, harkat, dan martabat insannya. Juga, sebagai upaya menjaga amanah dan harapan masyarakat Indonesia kepada KPK.

"Penegakan etik dan pedoman perilaku terhadap insan KPK oleh Dewas ini juga membuktikan, KPK tidak hanya berani memproses pelaku korupsi, tetapi juga menegakkan aturan internal," tegasnya.

Ipi menambahkan, peristiwa ini bisa diketahui dan diproses karena mekanisme kontrol di internal KPK berfungsi baik. "Di KPK dibangun budaya untuk saling mengingatkan dan mengawasi," imbuh Ipi.

Berita Terkait : Ada 69 Ribu Pejabat Belum Setor LHKPN, KPK Beri Peringatan

Soal pelaporan dugaan tindak pidana yang sudah disampaikan ke polisi, KPK berkomitmen untuk mendukung.

KPK tidak akan mendahului hasil pemeriksaan, apakah perbuatan IGAS adalah pencurian, penggelapan jabatan, atau perbuatan lainnya. "Kami akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian," ucapnya.

Ipi mengungkapkan, barang bukti yang dicuri IGAS tersebut saat ini berada dalam pengelolaan KPK untuk proses lelang yang akan dilakukan. Meski begitu, dia memastikan prosesnya tidak terkendala akibat peristiwa ini.

Baca Juga : Setahun Jelang Pemilu, Partai Presiden Korsel Kalah Telak Di Pilkada

Yang pasti, Peristiwa ini tentu menjadi evaluasi bagi KPK. Meskipun saat ini seluruh proses bisnis di KPK sudah terbangun dalam sistem yang baik, selalu ada ruang perbaikan untuk memperkuat baik dari sisi pengawasan maupun perbaikan prosedur operasional kerja.

"Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga harapan publik kepada KPK dengan tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, kejujuran, keberanian, keadilan dan transparansi," tandas Ipi. [OKT]