Dark/Light Mode

Selama Bulan Puasa

Yuk, Disiplin Prokes Dan Kendalikan Nafsu

Rabu, 14 April 2021 07:05 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Dok. Kemenag).
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Dok. Kemenag).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meng­ingatkan, sama seperti tahun lalu, Ramadan kali ini juga masih dalam suasana pandemi Corona. Karena itu, seluruh masyarakat diminta tetap men­jaga dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Yaqut mengingatkan, kedisi­plinan adalah bentuk pengen­dalian nafsu, sebagaimana yang diajarkan oleh spirit Ramadan. Selain itu, kedisiplinan dalam penerapan prokes juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan juga masyarakat.

“Segala bentuk aktivitas ibadah selama Ramadan harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas),” imbau Yaqut, ke­marin.

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Bisa Meledak Kayak India, Memangnya Mau?

Menag sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Panduan ini, ditegaskan Yaqut, tidak berlaku bagi mereka yang berada di Zona Oranye dan Zona Merah. “Bagi mereka yang berada di zona itu, harap beribadah di rumah saja,” tegasnya.

Sedangkan mereka yang berada di Zona Kuning dan Zona Hijau dipersilakan melaksanakan ibadah shalat tarawih di masjid atau musala. Tapi, tetap dengan menerapkan prokes.

Berita Terkait : Bulan Ramadan Momentum Jaga Hati Dan Jaga Jarak

Politisi PKB ini menyam­paikan, Ramadan adalah bu­lan istimewa. Mereka yang mencintai kebaikan diserukan untuk bergembira, memanfaat­kan berjuta keistimewaan yang ada di dalamnya.

Sebaliknya, mereka yang masih suka berbuat kejahatan dan keburukan, diserukan untuk berhenti dan introspeksi diri.

“Ramadan adalah kesempa­taan untuk menata diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ujar Yaqut, mengingatkan.

Berita Terkait : Alhamdulillah, Semoga Datang Keajaiban Buat Akhiri Pandemi

Dia mengajak umat men­jadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum pendidi­kan jiwa agar menjadi umat beragama yang memiliki tepo seliro atas berbagai perbedaan dan memuliakan sesama untuk Indonesia yang lebih baik.

“Dengan keberkahan Ramadan, semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu,” tandas Yaqut. [DIR]