Dark/Light Mode

Abaikan Prokes Usai Divaksin

Kasus Covid-19 Bisa Meledak Kayak India, Memangnya Mau?

Rabu, 14 April 2021 07:36 WIB
Pakar Bioteknologi Prof Bimo Ario Tejo dalam Talk Show RM.id bertema Divaksin Tak Otomatis Kebal (13/4). (Foto : RM.id).
Pakar Bioteknologi Prof Bimo Ario Tejo dalam Talk Show RM.id bertema Divaksin Tak Otomatis Kebal (13/4). (Foto : RM.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Jangan coba-coba abaikan protokol kesehatan (prokes) usai divaksin Covid-19. Soalnya, prokes dan vaksin adalah satu paket yang tak terpisahkan untuk mencegah Covid-19.

Mereka yang sudah divaksin, tidak otomatis kebal terhadap virus tersebut.

Hal itu disampaikan Pakar Bioteknologi Prof. Bimo Ario Tejo dalam Talk Show RM.id bertema Divaksin Tak Otomatis Kebal, secara virtual, Selasa(13/4).

Berita Terkait : Tanya Pak, Mudik Dilarang Tapi Tempat Wisata Kok Dibuka Sih

Associate Professor Universiti Putra Malaysia ini mengingatkan bahayanya, jika masyarakat berpikir bahwa vaksin bisa membuat tubuh kebal 100 persen.

“Kalau kita terlalu yakin dengan vaksinasi dan melupakan protokol kesehatan, maka kita akan mengalami apa yang dialami oleh Eropa dan India saat ini,” ujar Bimo.

Eropa dan India, saat ini mengalami lonjakan penularan Covid-19. Bahkan, India menjadi negara dengan kasus positif Corona terbesar kedua di dunia, menyodok Brazil.

Berita Terkait : Yuk, Disiplin Prokes Dan Kendalikan Nafsu

Total infeksi Covid-19 di Negeri Bollywood itu menembus 13,53 juta, mengalahkan Brazil yang sebelumnya berada di peringkat kedua sebanyak 123,48 juta kasus.

Sementara, peringkat pertama masih dipegang Amerika Serikat (AS) dengan 31,92 juta kasus.

Bimo mengungkapkan, lonjakan kasus di India terjadi, karena negara itu terlalu pede alias percaya diri dengan vaksin. “Mereka lengah dan mengabaikan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Berita Terkait : Bulan Ramadan Momentum Jaga Hati Dan Jaga Jarak

Ditegaskan, vaksinasi dan prokes merupakan satu paket yang harus dijalankan bersamaan. Kombinasi itu, diyakini bisa membuat Indonesia lebih cepat mengakhiri pandemi Covid-19.

"Vaksinasi bisa melindungi kita dari risiko penyakit parah dan meninggal dunia. Tapi, tidak melindungi kita dari ketempelan virus. Jadi, kalau kita lengah, tidak menjalankan prokes bisa saja positif Covid setelah di-swab. Tapi, tidak bergejala. Karena ada perlindungan dari antibodi dan sel T," paparnya.

"Pelaksanaan vaksinasi yang dibarengi dengan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, diharapkan mampu menjadi solusi bagi Indonesia, untuk mengakhiri pandemi Covid," imbuhnya.
 Selanjutnya