Dark/Light Mode

Abaikan Prokes Usai Divaksin

Kasus Covid-19 Bisa Meledak Kayak India, Memangnya Mau?

Rabu, 14 April 2021 07:36 WIB
Pakar Bioteknologi Prof Bimo Ario Tejo dalam Talk Show RM.id bertema Divaksin Tak Otomatis Kebal (13/4). (Foto : RM.id).
Pakar Bioteknologi Prof Bimo Ario Tejo dalam Talk Show RM.id bertema Divaksin Tak Otomatis Kebal (13/4). (Foto : RM.id).

 Sebelumnya 
Secara spesifik, Bimo juga menjelaskan, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin bisa beragam jenis. Istilahnya, antibodi polivalen. Sedangkan yang dites dalam uji serologi, umumnya hanya satu jenis antibodi.

“Antibodi itu ada beberapa jenis, misalnya A, B, C, D, E. Setiap orang memiliki respons yang berbeda-beda,” katanya.

Berita Terkait : Tanya Pak, Mudik Dilarang Tapi Tempat Wisata Kok Dibuka Sih

Dia mengingatkan, antibodi yang merupakan kekebalan humoral, bukan satu-satunya perlindungan yang terbentuk setelah divaksin.  Setelahnya, ada lini pertahanan kedua bernama sel T (kekebalan selular). Ini adalah lini pertahanan kedua, yang disebut mampu mengenali varian baru Covid.

 “Jadi jika virus lolos dari jerat antibodi, maka tidak lama virus akan mati dibunuh oleh sel T,” terang Bimo.

Berita Terkait : Yuk, Disiplin Prokes Dan Kendalikan Nafsu

Dengan alasan tersebut, Bimo tidak menyarankan tes antibodi pasca vaksinasi Covid. 

"Memang sekarang lagi ngetren. Setelah divaksin, beberapa minggu kemudian orang ramai menguji antibodi. Tapi saya pikir, itu tidak perlu. Karena hasilnya bisa berbeda,dan bikin orang panik. Sebab, antibodi yang terbentuk dari vaksinasi bisa beragam jenis, dan respon tubuh setiap orang berbeda-beda," tegas Bimo.

Berita Terkait : Bulan Ramadan Momentum Jaga Hati Dan Jaga Jarak

"Yang penting, selesaikan 2 kali vaksinasi. Kalau mau tes, silakan. Tapi, apa pun hasilnya, jangan panik,"pungkasnya. [JAR]