Dark/Light Mode

Gegara Euforia Vaksinasi

Tuh kan, Naik Lagi Kasus Covid-19

Kamis, 22 April 2021 05:10 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito. (Foto : Foto oleh Marji - Medcom).
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito. (Foto : Foto oleh Marji - Medcom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus positif dan tingkat kematian pasien Covid-19 pada pekan ini kembali meningkat. Salah satu penyebabnya adalah euforia vaksin.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) dalam pekan ini menurun.

Hal itu disebabkan karena euforia vaksinasi. Masyarakat merasa sudah aman karena sudah disuntik vaksin Covid-19.

Baca juga : Anak Rentan Terpapar Covid-19, Tapi Sering Luput Dari Pengetesan

“Perkembangan kondisi pandemi ke tren negatif ini perlu segera dihentikan, agar tidak berkelanjutan di pekan berikutnya,” tegas Wiku, Selasa (20/4).

Kata Wiku, naiknya kasus Covid-19 juga terjadi karena dampak libur perayaan Paskah 4 April 2021. Kata dia, masyarakat perlu diberikan edukasi bahwa vaksinasi tidak mengeliminasi kemungkinan terpapar Covid-19.

Vaksinasi bertujuan untuk mengurangi risiko dan keparahan yang ditimbulkan dari infeksi virus Corona.

Baca juga : 8 Bandara AP II Sediakan GeNose

“Karena itu, penting bagi masyarakat memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan, meski sudah divaksinasi,” ujarnya.

Wiku mengungkapkan, data terbaru per 18 April 2021 mencatat kenaikan kasus positif Covid-19 mingguan mencapai 14,1 persen. Padahal pada pekan lalu kasus Covid-19 menurun 14 persen.

“Per 18 April, sangat disayangkan setelah mengalami penurunan pada minggu lalu. Di minggu ini penambahan kasus positif dan kematian kembali meningkat,” ujarnya.

Baca juga : Belajar Dari Penanganan Corona Di India, Terlena Pangkal Petaka

Wiku mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 pada pekan ini paling banyak terjadi di Jawa Barat sebanyak 2.276 kasus. Kemudian Jawa Tengah 1.203 kasus, Riau meningkat 346 kasus, DKI Jakarta bertambah 346 kasus dan Nusa Tenggara Timur meningkat 266 kasus.

Sedangkan untuk penambahan angka kematian karena Covid-19 paling banyak terjadi di DKI Jakarta yang meningkat 30 kematian, disusul Riau bertambah 21 kematian, Kalimantan Tengah meningkat 12 kematian, Banten bertambah 8 kematian, dan DI Yogyakarta meningkat 8 kematian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.