Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Sepuluh orang didapati terinfeksi varian baru dari India. Apakah itu varian B1617? Menteri Budi Sadikin tidak merincinya. Yang jelas, situasi ini bukan waktunya bersantai, apalagi merencanakan mudik. Cara B1617 menyebar cepat ke seluruh India amat patut kita waspadai,” ujar di akun Twitter @ProfesorZubairi.
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini mengakui, memang belum ada bukti yang kuat apakah B1617 ini lebih cepat menular atau bahkan resistan terhadap vaksin. Hanya saja, ia meminta, masyarakat agar menganggap kehadiran varian ini sebagai ancaman nyata.
Zubairi yakin, warga Indonesia pasti tidak ingin pandemi ini terus berlangsung. Berkaca dari India yang sebelumnya penambahan kasus baru sudah melandai, tapi melonjak signifikan usai melonggarkan protokol kesehatan.
Baca juga : NZ, India Dan Indonesia
“Jangan sampai kita kembali ke masa awal pandemi lagi. Apalagi jadi seperti India. Jangan,” pesannya.
Sementara itu, untuk mencegah penyebaran Corona India, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengurungkan niatnya mengimpor daging kerbau dari India. Saat ini, perseroan telah merealisasikan impor dengan volume 13 ribu ton dari total 80 ribu ton yang ditugasi pemerintah.
“Untuk kelanjutan importasi kita melihat situasi. Kami tidak akan datangkan selama perkembangan di sana belum kondusif. Kita jaga betul,” pungkasnya.
Baca juga : Helwa Cosmetic Terus Berinovasi Meski Pandemi
Untuk diketahui, India mengalami tsunami Corona. Dalam sepekan tambahan kasus mencapai lebih dari 2,2 juta kasus dengan kematian di kisaran 2.000-an orang per hari.
Mengutip data Worldometers.info sampai dengan Minggu (25/4), India mencatatkan kasus harian paling banyak di dunia, hingga 354.531 kasus dalam sehari dan 2.806 kematian.
Dalam sepekan, kasus Covid-19 di India sudah bertambah sampai 47 persen mencapai 2.248.533 kasus. Adapun, kematian sepekan tercatat mencapai 16.323 orang.
Baca juga : Waduh, Klaster Perkantoran Di DKI Meningkat Lagi Nih
Lonjakan kasus di India diduga adanya mutasi virus yang membuat virusnya tak terdeteksi dengan metode pemeriksaan tes PCR. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya