Dark/Light Mode

Hadapi Virus Mutasi

Waspada, Jangan Panik Ya

Rabu, 5 Mei 2021 07:51 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Tangkapan layar Youtube sekretariat presiden).
Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Tangkapan layar Youtube sekretariat presiden).

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tidak panik dengan masuknya varian baru virus Corona B1617 dari India.

“Kita harus lebih waspada karena varian virus Covid-19 yang berasal dari India, yaitu B1617 sudah dinyatakan masuk ke Indonesia. Tapi saya minta masyarakat tidak panik,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Media Center Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Dua kasus varian B1617 ditemukan di Jakarta, dan satu kasus dengan varian B1351 ditemukan di Bali. Kementerian Kesehatan telah menginformasi­kan, Warga Negara Asing (WNA) yang terinfeksi B1351 telah meninggal dunia. Sementara yang terpapar varian B1617 sudah dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

Berita Terkait : Netizen Nangkapnya Gini: Mudik Lebaran Dilarang, Mudik Wisata Dan Belanja Boleh Aja

Saat ini tercatat ada 13 kasus yang merupakan varian baru Covid-19 di Indonesia. Kasus ini tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil whole genome sequencing per 3 Mei 2021, telah ditemukan 13 virus dengan varian B117 yang asalnya dari Inggris, di Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Bali, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Wiku pun meminta displin menjalankan protokol kesehatan tidak boleh menurun. “Sekarang yang penting dan harus dijalankan masyarakat adalah mema­tuhi semua protokol kesehatan, sebagai bentuk perlindungan diri dari penularan Covid-19,” imbaunya.

Protokol kesehatan berupa me­makai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus terus diterapkan dalam kehidupan se­hari-hari. “Jangan sampai terjadi kerumunan,” pesan Wiku.

Berita Terkait : Menkes: Prokes Jangan Kendor

Pemerintah juga sudah mener­bitkan berbagai aturan untuk mencegah masuknya mutasi vi­rus Corona dari berbagai negara. Salah satunya, dengan memper­ketat pintu masuk bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri.

“Sesuai arahan Presiden, Pangdam dan Kapolda di daerah diminta mengintegrasikan selu­ruh instansi pusat yang terlibat dalam kepulangan TKI,” tu­turnya.

Integrasi Ini dilakukan untuk memudahkan kontrol terhadap TKI yang pulang ke tanah air, sekaligus mencegah adanya oknum yang melakukan pelang­garan prosedur kedatangan ke Indonesia. [JAR]