Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Terdampak Larangan Mudik

UMKM Kudu Dimanja

Sabtu, 8 Mei 2021 07:22 WIB
Anggota Komisi III DPR, Santoso (Foto: Net)
Anggota Komisi III DPR, Santoso (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah diminta hadir membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi Perayaan Idul Fitri yang tinggal sepekan lagi. Pasalnya, kebijakan larangan mudik berdampak ke UMKM. Mobilitas penduduk berkurang, permintaan melemah

Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPR, Santoso. “Saya berharap pemerintah memberikan solusi terhadap para UMKM yang memang produknya sangat dibutuhkan masyarakat dalam rangka perayaan Idul Fitri ini,” jelas Santoso di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin.

Santoso merujuk rilis Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2021 terkontraksi minus sebesar 0,74 persen (yoy). Untuk itu dia meminta anggaran negara yang digelontorkan sedapat mungkin berdampak langsung ke masyarakat.

“Adanya pembatasan mobilitas penduduk berpengaruh terhadap lemahnya permintaan. Harus ada solusi membantu UMKM kita di masa pandemi ini,” jelasnya.

Baca juga : Larangan Mudik Bisa Jadi Berkah Ekonomi Buat Jakarta

Sebelumnya, ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan, UMKM di daerah mengalami penurunan omzet ketika mudik lebaran tahun ini dilarang oleh pemerintah. “Khususnya sektor retail, makanan minuman, perhotelan dan jasa transportasi,” ungkap Bhima.

Biasanya, momen mudik dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan omzet hingga 30-40% lebih tinggi dari bulan biasanya. “UMKM daerah yang tadinya mau rekrut tenaga kerja terpaksa membatalkan karena ada pelarangan mudik. Bukan tidak mungkin UMKM yang tutup permanen di daerah semakin banyak,” kata Bhima.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, Kamis (6/4).

Selain meninjau pengembangan sapi perah dan inseminasi buatan, juga diserahkan 20.000 Day Old Chick (DOC) ayam KUB (petelur) untuk disalurkan ke warga yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin (RTM). Diharapkan, bantuan ayam KUB ini mampu membangun sumber usaha masyarakat sebagai sumber pendapatan dan akhirnya dapat menurunkan angka kemiskinan.

Baca juga : Kebijakan Larangan Mudik Gagal Jika Pemerintah Tak Konsisten

Menko Perekonomian Airlangga mengatakan, ayam KUB merupakan salah satu jenis ayam kampung baru yang memiliki daya tahan yang lebih besar dan kemampuan bertelurnya hingga 180 telur per ekor per tahun. Budidaya ayam petelur dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat setiap hari.

“Jadi bisa 1 telur tiap 2 hari dan ini juga bisa jadi pedaging. Dengan demikian, ayam KUB ini tentu baik dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Airlangga.

Di sana, Airlangga juga sekaligus memberikan nama kepada ayam KUB-2 hasil inovasi baru Balai Penelitian Ternak dengan sebutan “JANAKA”. Ayam tersebut juga memiliki keunggulan yakni standarnya di atas ayam pada umumnya. Sehingga sangat bagus untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan masyarakat.

“Kita tahu kalau ayam kampung DOC (anak ayam -red)nya lebih mahal daripada ayam ras atau broiler dan tentu ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi kepada pada peternak sehingga dengan adanya ras baru yang diberi nama “Janaka” dan ini ayam ini di atas standard rata rata ayam pada umumnya,” ucapnya.

Baca juga : Hari Pertama Larangan Mudik, Polisi Putar Balikkan 23.573 Kendaraan

Airlangga mengatakan, Ayam KUB ini merupakan hasil dari penelitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Ternak. Program ayam KUB ini merupakan program Kementerian Pertanian untuk menurunkan angka kemiskinan.

“Kita siapkan DOC sebanyak 20 ribu kepada Bapak Menko Perekonomian untuk disalurkan kepada masyarakat miskin dan diharapkan dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.