Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mudik Membawa Petaka Terbukti, Sejumlah Daerah Darurat Corona
Innalillah, Jenazah Antre Tidak Bisa Dimakamkan
Jumat, 4 Juni 2021 07:55 WIB
Sebelumnya
Selain Kudus, dia menyebutkan, ada tujuh kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus signifikan pasca-libur Idul Fitri. Daerah-daerah tersebut meliputi Sragen, Tegal, Brebes, Banyumas, Cilacap, Karanganyar, dan Wonogiri.
Tak hanya di Kudus, kasus Covid-19 juga melonjak di Aceh dan Medan. Di Aceh, angka kematian melonjak sebanyak 15 orang pada Senin (31/5). Mereka adalah warga Banda Aceh (6 orang), warga Aceh Tamiang (2 orang), Aceh Besar (2 orang), Nagan Raya (2 orang), Langsa (1 orang), Sabang (1 orang), dan Aceh Singkil (1 orang).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengakui, kasus Covid-19 mengalami peningkatan pasca-libur Lebaran 2021. Rumah sakit di sejumlah daerah sudah mengalami peningkatan pasien Covid-19. Padahal, sebelumnya angka keterisian tempat tidur rumah sakit alias bed occupancy rate (BOR) sempat berada di titik terendah, yakni sekitar 20 ribu. Namun, pada Senin (31/5), jumlah itu naik menjadi sekitar 25 ribu, atau naik menjadi 25 persen.
Baca juga : Setahun Wisma Atlet Jadi Rumah Sakit Darurat, Doni Monardo Beri Apresiasi dan Semangat
Secara khusus, BGS juga menyoroti lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kudus. "Memang, Kudus akhir-akhir ini terjadi peningkatan yang luar biasa, baik dari sisi kasus konfirmasi, maupun juga yang masuk rumah sakit," kata BGS.
Merespons situasi tersebut, pemerintah menempuh sejumlah upaya. Pasien yang membutuhkan perawatan intensif disalurkan ke rumah sakit yang berada di sekitar Kudus, termasuk ke Semarang. Sementara, pasien yang berada di sekitar Kudus, seperti Pati dan Sragen, diarahkan menjalani perawatan di luar Kudus. Untuk mencegah virus menyebar ke daerah lain, micro-lockdown dan PPKM mikro turut diberlakukan di Kudus.
"Kami juga sekarang minta sampelnya untuk dilakukan genome sequencing, apakah lonjakan yang terjadi di Kudus ini disebabkan oleh adanya mutasi baru," ujar Budi.
Baca juga : Tahap Pertama, 10 Daerah Di Jawa Timur Tuntas Divaksin
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, meningkatnya kasus kematian akibat di Kudus dan naiknya BOR di sejumlah daerah merupakan cerminan bahwa terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. "Sesuai prediksi, sebetulnya kasus Covid-19 di Indonesia sudah semakin meningkat," ujar Dicky kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, peningkatan kasus yang terjadi baru-baru ini, tidak murni disebabkan pergerakan masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran. Peningkatan kasus itu terjadi meski saat ini Indonesia masih belum memiliki kemampuan testing memadai.
“Masalahnya begini, sebelum ada pergerakan dalam kerangka libur panjang Ramadhan maupun Lebaran, angka (kasus) kita sudah tinggi. Jadi, sebetulnya ini hanya akselerasi saja. Mempercepat saja kan yang sudah tidak terkendali," katanya. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya