Dark/Light Mode

Harga Kedelai Dunia Belum Jinak

Harga Tempe Dan Tahu Rawan Melejit Lagi Nih

Sabtu, 5 Juni 2021 05:37 WIB
Ilustrasi. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga tahu dan tempe diprediksi bergolak lagi. Sebab, harga kedelai impor hingga kini belum jinak alias masih tinggi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menyebut, harga tempe bisa tembus Rp 17.000 per kilo­gram (kg) dari sebelumnya Rp 15.000-16.000 per kg. Sedang­kan harga tahu bisa mencapai Rp 700 per potong dari sebelumnya Rp 600-650 per potong.

Berita Terkait : Perajin Putar Otak, Ukuran Tempe Dan Tahu Diperkecil

“Penyesuaian tahu dan tempe akan terjadi, sebagai dampak masih tingginya harga kedelai dunia sampai dengan saat ini,” kata Oke, dalam keterangan­nya, kemarin.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada awal Juni 2021 berada di kisaran 15,42 dollar Amerika Serikat (AS) per bushels atau sekitar 566 dolar AS per ton. Dengan kondisi tersebut, maka landed price be­rada di kisaran Rp 9.376 per kg. Di tingkat importir, harga kedelai berada di kisaran Rp 10.206 per kg. Bahkan, menurut para pengrajin tahu dan tempe di beberapa wilayah, harga ke­delai telah mencapai Rp 11.000 per kg.

Baca Juga : China Terusik Pengadilan Kasus Uighur Di Inggris

Agar tidak ada gejolak harga yang signifikan di pasar, Oke mengimbau kepada para im­portir yang memiliki stok kede­lai untuk terus memasok kedelai secara rutin kepada pengrajin tahu dan tempe.

Termasuk kepada anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan harga kedelai yang terjangkau.
 Selanjutnya