Dark/Light Mode

Hoaks Soal Haji Di NKRI Dibersihkan Dubes Saudi

Kamis, 10 Juni 2021 07:40 WIB
Duta Besar (Dubes) Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi (tengah), menyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (8/6/2021). (Foto: Humas MUI)
Duta Besar (Dubes) Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi (tengah), menyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (8/6/2021). (Foto: Humas MUI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hoaks soal haji bermunculan pasca pemerintah memutuskan tidak mengirimkan jemaah haji tahun ini. Misalnya, soal gagalnya lobi pemerintah sampai retaknya hubungan RI dan Arab Saudi. Namun, semua hoaks tersebut langsung dibersihkan oleh Duta Besar (Dubes) Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi. Menurutnya, semua isu tersebut tidak benar.

Essam mengklarifikasi sejumlah isu yang berkembang terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia ketika bertandang ke Kantor MUI Pusat di Jakarta, Selasa (8/6) malam.

Dia bilang, pembatalan haji sama sekali tidak terkait dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi. Sang Dubes juga memastikan, hubungan Indonesia dan Saudi baik-baik saja. Begitu juga soal merek vaksin Covid-19, Sinovac yang dipakai Indonesia yang diisukan tidak diakui Arab Saudi.

“Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media,” jelas Essam.

Berita Terkait : PTM Terbatas Tahap Kedua, Dishub DKI Siapkan 75 Bus Sekolah

Ia memastikan, sampai saat ini Arab Saudi belum mengirimkan undangan ibadah haji ke negara manapun, termasuk Indonesia. “Ini tidak lain karena jika dilaksanakan, ibadah haji tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19,” ucapnya.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi mengapresiasi klarifikasi Dubes Saudi itu. Selaku Dubes, Essam punya otoritas untuk meluruskan informasi yang salah seputar haji. “Penjelasan Dubes Essam semakin menjernihkan informasi. Pembatalan ini bukan masalah diplomasi, bukan masalah vaksin, dan lainnya. Ini sangat kita apresiasi,” kata Zainut, di Jakarta, kemarin.

Ia mengajak semua pihak menyetop penyebaran hoaks soal pembatalan keberangkatan haji. Juga, masalah ini jangan dijadikan komoditas politik. “Mari bersama menenangkan para calon jemaah dan menciptakan suasana yang kondusif,” ajaknya.

Apresiasi terhadap sikap Dubes Saudi ini juga datang dari Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto. Politisi PAN ini memuji langkah Dubes Saudi yang pro-aktif membersihkan hoaks yang berkembang terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia.

Berita Terkait : Hakim Endus Makelar Perkara Di Persidangan Kasus Bansos

“Saya kira bagus, itu meluruskan isu hoaks yang tidak-tidak. Kita apresiasi itu,” kata Yandri, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Klarifikasi Essam, sebut Yandri, membuktikan bahwa isu vaksin maupun masalah diplomasi yang disebut-sebut sebagai penyebab batalnya keberangkatan jemaah haji adalah informasi yang salah. “Itu murni karena pandemi kan,” ujarnya. “Dan sampai hari ini, Saudi belum memberikan kuota hajinya kepada negara mana pun didunia ini, gitu,” sambung Yandri.

Soal adanya masukan agar pemerintah melakukan negosiasi ulang dengan pemerintah Saudi supaya mendapatkan kuota haji, Yandri menilai peluangnya sudah tidak mungkin.

“Diplomasi kita sudah maksimal. Karena memang bukan masalah diplomasi. Cuma faktanya, Saudi belum membuka larangan terbang,” jelasnya.

Berita Terkait : Soal Gaji 97 Ribu ASN Fiktif, DPD Dorong Perbaikan Data

Selain itu, dengan waktu pelaksanaan haji yang kian mepet, persiapan teknis maupun non-teknis sudah tidak mungkin lagi dilakukan. “Persiapan pemondokan, cathering dan sebagainya, sudah nggak mungkin. Justru bisa membahayakan calon jemaah haji,” terang Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.

“Saya kira keputusan kami dengan Menteri Agama itu sudah bagus. Tahun depan, kita persiapkan lebih awal. Yang lebih penting, pandemi cepat berlalu,” pungkasnya. [SAR]