Dark/Light Mode

Pelajaran Tatap Muka Bulan Depan

Bahaya, Kalau Sekolah Tidak Mampu Kontrol Perilaku 5M

Senin, 14 Juni 2021 05:13 WIB
Pelajar SMK Negeri 47 Jakarta mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu (9/6/021). (Foto : ANTARA-Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)
Pelajar SMK Negeri 47 Jakarta mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu (9/6/021). (Foto : ANTARA-Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana pemerintah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas Juli 2021 direspons positif banyak kalangan. Sebab, hal itu dapat merangsang sikap solidaritas anak-anak.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Agustinus Subarsono menilai, PTM terbatas di sekolah bisa merangsang sikap solidaritas sosial pada anak-anak.

Pasalnya, mereka bisa saling berinteraksi di dalam kelas. Berbeda dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menyulitkan anak-anak untuk berkoordinasi satu dengan yang lain.

Berita Terkait : Kota dan PTM

“Meski begitu, PTM terbatas harus terus dievaluasi. Pada bulan pertama bisa dilakukan evaluasi 2 minggu sekali, kalau sudah memasuki bulan kedua dan ketiga harus setiap bulan dievaluasi,” kata Agustinus seperti dikutip dalam laman resmi UGM, Sabtu (12/6).

PTM Terbatas, menurut Agustinus, dapat berjalan lancar asalkan sekolah dapat mengontrol penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungannya.

Namun, yang menjadi persoalan adalah apakah sekolah mampu mengontrol perilaku 5M (mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) yang harus dilakukan siswa.

Berita Terkait : Ayo Dong, Pemda Proaktif Genjot Vaksinasi Warganya

“Kalau sekolah mampu saya kira bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Agustinus meminta, naiknya kasus penularan Covid-19 di beberapa daerah menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah untuk membuka sekolah tatap muka. Sehingga persiapan yang dilakukan jauh lebih matang.

“Jika nantinya sekolah mau membuka tatap muka maka penerapan 5 M, harus ketat dijalankan,” tegasnya

Berita Terkait : Ganjar: Haram, Pembelajaran Tatap Muka Di Zona Merah

Lebih lanjut, Agustinus mengingatkan, jika PTM dimulai Juli 2021, maka yang perlu dipersiapkan adalah ketersediaan ruangan untuk pembelajaran. Karena dalam satu ruang, jumlahnya tentu akan lebih sedikit dibanding suasana kelas di saat sebelum pandemi.

Selain itu, lanjut dia, soal infrastruktur fisik yang harus disediakan sekolah, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, sabun dan lain-lain.

“Ini harus ada rasio yang baik antara wastafel dan jumlah siswa, jangan sampai dalam satu sekolah hanya ada 4 wastafel. Paling tidak, setiap depan ruang kelas harus ada wastafel dan sabun, itu yang perlu diperhatikan,” jelasnya.
 Selanjutnya