Dark/Light Mode

Butuh Investasi Rp 1,4 Triliun

Menhub Tawarkan Investor Garap Pelabuhan Anggrek

Jumat, 25 Juni 2021 05:20 WIB
Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi saat meninjau Pelabuhan Anggrek, Rabu (23-6). (Foto : dephub.go.id).
Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi saat meninjau Pelabuhan Anggrek, Rabu (23-6). (Foto : dephub.go.id).

 Sebelumnya 
Direktur Utama PT Pelindo IV Prasetyadi mengungkapkan, Pelabuhan Gorontalo sudah tidak ideal. Dan sulit dikembangkan.

“Kami lihat kontainer ditum­puk tidak rapi karena tempatnya memang tidak ada. Pelabuhan kami kapasitasnya terbatas. Di belakang ada gunung sehingga tidak mungkin lagi dikembang­kan, sedangkan kedalaman laut di depan cukup terbatas,” ujarnya.

Baca juga : Tak Pakai APBN, Pengembangan Pelabuhan Anggrek Dikebut

Menurutnya, dalam waktu dekat Pelindo lV akan melakukan koordinasi dengan Kemenhub untuk sinkronisasi pengembangan Pelabuhan Anggrek dan Pelabuhan Gorontalo.

Ia menuturkan, Pelabuhan Anggrek memiliki area yang luas dengan kedalaman hingga 12 meter, sehingga ideal untuk menjadi pelabuhan internasional.

Baca juga : Pemerintah Seimbangkan Kebijakan Tarik Gas Dan Rem

“Nanti akan dilakukan pembagian kargo di dua pelabuhan ini. Nanti Anggrek akan menjadi pelabuhan utama dan Gorontalo menjadi pelabuhan penunjang,” katanya.

Meski terbatas, ia menegaskan, Pelabuhan Gorontalo menunjukkan kinerja positif. “Tahun lalu labanya melampaui RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan). Ini menunjukkan kegiatan perekono­mian tetap tumbuh. Kalau dilihat dari data, tahun ini kemungkinan labanya lebih tinggi dibanding tahun kemarin,” jelasnya.

Baca juga : Jiwasraya-Asabri Bukti Inkonsistensi Penegakan Hukum, Investor Banyak Kabur

Untuk diketahui, sampai saat ini, Kemenhub telah menyelesaikan proses lelang dan mendapat­kan pemenang lelang proyek pengembangan ini pada 18 Juni 2021. Adapun pemenang lelang adalah Konsorsium Anggrek Gorontalo International Termi­nal yang terdiri dari empat peru­sahaan yaitu PT Gotrans Logis­tics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya (Persero).

Tahap selanjutnya akan dilakukan penandatanganan perjanjian KPBU dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) akan dilak­sanakan pada 13 Juli 2021. Pada 28 September 2021 diharapkan sudah mulai efektif dikelola oleh perusahaan pemenang lelang. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.