Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Berbeda dengan Mursidi, Ketua DPD Golkar Kaltim Rudi Mas’ud mempersoalkan kedatangan KPK untuk menagih aset lahan ditempati partainya.
“Tugas KPK itu memberantas korupsi. Bukan berkaitan dengan aset yang menjadi wewenang BPK. Ini keliru,” ujar anggota DPR Fraksi Golkar itu. Ia mengancam akan mempersoalkan hal ini dalam rapat dengar pendapat di DPR nanti.
Menurutnya, DPD Golkar Kaltim pernah melayangkan surat kepada Pemkot Samarinda mengenai status lahan ini. “Kami belum mendapat jawaban atas surat yang kami layangkan,” kilahnya.
Baca juga : Periksa 12 Pejabat Bandung Barat, KPK Dalami Soal Ini...
Rudi menawarkan opsi tukar guling dengan Pemkot Samarinda. Atau tetap menempati lahan dengan menyewa dari Pemkot Samarinda.
Namun jika harus angkat kaki dari lahan ini, Rudi meminta diberi waktu untuk menyiapkan kantor baru DPD Golkar Kaltim.
Tagih PSU
Baca juga : Ketemu Prabowo, Kang Emil Ngomongin Politik Dan Jabar
Kedatangan KPK juga untuk mengimbau pengembang di Kota Samarinda agar segera menyerahkan kewajiban Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) kepada Pemda. Kewajiban ini diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2009.
Apalagi, Pemkot Samarinda membutuhkan lahan pemakaman yang merupakan salah satu PSU yang wajib diserahkan pengembang.
Hingga kini masih terdapat 1.331 bidang tanah milik Pemkot Samarinda yang belum bersertifikat. KPK mendorong agar Pemkot mengurus status kepemilikan aset ini.
Baca juga : Usut Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat, KPK Periksa Ade Komarudin
“Aset-aset tersebut kita harapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menyumbang PAD (Pendapat Asli Daerah),” ujar Wahyudi. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya