Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bismillah, Mulai Hari Ini Di Rumah Saja
Hei Bansos Datanglah... Datanglah...
Sabtu, 3 Juli 2021 08:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat resmi dimulai hari ini. Mulai pukul 00.00 tadi malam, sejumlah pintu masuk keluar Jakarta, begitu juga di daerah-daerah perbatasan di Jawa dan Bali, sudah ditutup Polisi. Masyarakat diminta di rumah saja. Agar nyaman dan tenang di rumah, orang miskin berharap bantuan sosial alias bansos segera datang.
Soal bansos ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah menyiapkan dana sebesar Rp 6,1 triliun. Dana ini akan diberikan ke 10 juta masyarakat tidak mampu dan keluarga miskin yang belum menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako. Kriteria lainnya, adalah penerima yang memang sudah memiliki NIK, KK, dan nomor telepon aktif yang bisa dihubungi. Nantinya, mereka akan mendapatkan bantuan Rp 600 ribu untuk dua bulan, Juli dan Agustus.
Baca juga : Di Rumah Saja, Mawas Diri Dan Jangan Berbuat Ceroboh
Selama ini, pemerintah telah menyalurkan bansos tunai kepada 9,6 juta kelompok penerima manfaat (KPM) dengan anggaran Rp 11,94 triliun. Nilai itu untuk penyaluran Januari-April 2021 dengan indeks Rp 300 ribu per kelompok penerima per bulan. “Untuk perpanjangan dua bulan ini, kita harapkan akan dibayarkan pada Juli dan Agustus. Targetnya 10 juta KPM di 34 provinsi,” terang Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga berjanji akan mempercepat penyaluran insentif PKH dan Kartu Sembako kepada KPM. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketahanan daya beli penerima manfaat di tengah PPKM Darurat.
Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan, bansos tunai itu paling lambat akan disalurkan pekan depan. Nantinya, warga akan menerima Rp 600 ribu sekaligus. Risma berpesan, uang tersebut dibelanjakan untuk kebutuhan pokok saja.
Soal data penerima bansos, Risma memastikan, sudah dibereskan. Dia mengakui, memang terdapat 3,6 juta data yang nyangkut di bank. Data yang tertahan itu dikarenakan nama yang tercantum di data bank tidak persis sama dengan data milik Kementerian Sosial yang sudah padan dengan NIK.
Baca juga : 5.512 Wartawan Divaksin
Mantan Wali Kota Surabaya ini mengatakan, teknis penyaluran bansos tunai akan dilakukan seperti biasa, yakni melalui Kantor Pos. Sedangkan untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan PKH, akan disalurkan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).
“Mudah-mudahan paling telat bisa direalisasikan pekan kedua bulan ini. Kita usahakan agar semua bisa tersalurkan kepada warga,” janjinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya